counter

Resensi film

"Happy Death Day 2u" ungkap misteri pembunuh bertopeng

"Happy Death Day 2u" ungkap misteri pembunuh bertopeng

film Happy Death Day 2u yang tayang mulai hari ini Rabu (13/2/19) (ANTARA News/HO)

Jakarta (ANTARA News) - Setelah sukses menyutradarai "Happy Death Day" pada 2017, kali ini Christopher Landon kembali dengan merilis film "Happy Death Day 2u" yang tayang perdana di Indonesia tepat pada hari ini.

Film "Happy Death Day 2u" ini masih setia diproduksi oleh Blumhouse Productions.

Sementara itu, aktris Jessica Rothe dan aktor Israel Broussard akan kembali berperan sebagai Theresa “Tree” Gelbman dan Carter Davis pada sekuel ini. Digarap oleh sutradara yang sama seperti film pertamanya, film ini akan menceritakan kelanjutan dari kematian Tree pada "Happy Death Day".

Ketika "Happy Death Day" 2017 lalu mendapat keuntungan lebih dari  26 juta dolar AS (sekira Rp364 miliar) pada musim gugur, para penonton bioskop terpesona oleh gagasan tentang seorang pahlawan wanita yang memiliki kesempatan untuk memanfaatkan hari terakhir dalam hidupnya.

Kisah bermula dari seorang mahasiswa jenius Ryan (Phi Vu) yang sedang menyelesaikan project science tesisnya di sebuah universitas di Amerika Serikat (AS) yang terbangun dari tidur dan seolah-olah berada di dunia nyata, sampai ia harus bertemu dengan seorang yang bertopeng yang ingin membunuhnya.

Ryan yang memiliki kemampuan menarik, selalu berada di tempat yang salah di detik yang salah, menghabiskan masa kuliahnya untuk membangun mesin yang dirancang untuk membuktikan bahwa waktu dapat diperlambat hingga ke tingkat molekul bersama dengan rekan-rekan insinyurnya yang bercita-cita sama dengan Ryan, Samar (Suraj Sharma) dan Dre (Sarah Yarkin).

Ryan dan tim sudah hampir menyempurnakan mesin yang disebut Reaktor Pendingin Kuantum Sisyphus (SISSY) itu dan menjadi kandidat untuk Hadiah Nobel.

Tidak hanya Ryan yang berkutat dengan waktu, setelah dua tahun setelah peristiwa pembunuhan itu, Tree kembali tergelincir ke dalam lingkaran waktu yang lebih mengerikan. Kali ini, Tree melihat bahwa teman-temannya pun terlibat dalam pembunuhan dirinya.

Dapatkah Tree menemukan siapa pembunuh baru yang dihadapi olehnya apakah Tree akhirnya dapat lolos dari lingkaran waktu yang menjebaknya?

Film yang berdurasi 1 jam 40 menit ini berhasil mengaduk perasaan penonton, akting yang dimainkan oleh Tree serta teman yang lainnya seperti Samar, Dre dan Carter sukses memancing tawa penonton, di sisi lain tidak ketinggalan Landon juga tidak lupa untuk memberi bumbu misteri yang membuat penonton merasa tegang saat meonton, serta kisah Tree dengan ibunya yang membuat mata berkaca-kaca.
 

Baca juga: Film baru Catherine Deneuve mengeksplorasi radikalisasi Islam

Baca juga: Kemarin, Jikustik adakan konser reuni hingga Taemin SHINee rilis "Want"

Baca juga: Film kolaborasi Indonesia-Jepang "Laut" tayang pada Valentine

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar