Karhutla di Bengkalis meluas capai ratusan hektare

Karhutla di Bengkalis meluas capai ratusan hektare

Petugas kepolisian melakukan pemantauan dan kegiatan pemadaman api di lahan gambut di kawasan Dumai Timur, Dumai, Riau, Minggu (25/2/2018). Satuan tugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus melakukan kegiatan pemantauan dan pemadaman terhadap empat titik api yang masih ada di tiga kecamatan di Kota Dumai. (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)

karhutla yang terjadi saat di tujuh kecamatan dan di Rupat ada empat lokasi, diantaranya desa Teluk Lecah, pergam, Terkul diperkirakan mencapai 150 hektar
Bengkalis (ANTARA News) - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau terus meluas diperkirakan mencapai ratusan hektar hingga, Kamis.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis Tajul Mudarris, mengatakan karhutla yang terjadi saat ini sudah mencapai ratusan hektar dan terluas di Kecamatan Rupat.

"Dari data yang kita terima dari Pusdatin PB-BPD, karhutla yang terjadi saat di tujuh kecamatan dan di Rupat ada empat lokasi, diantaranya desa Teluk Lecah, pergam, Terkul diperkirakan mencapai 150 hektar, " ujar Tajul Mudaris.

Dikatakannya, untuk penanganan saat ini tim dari Pusdatin dan Rescue BPBD Kecamatan Rupat, MPA, Fire fighter PT. SRL, TNI, POLRI, perangkat Kelurahan serta Masyarakat setempat sedang berjibaku memadamkan api dilokasi.

"Tim kesulitan karena lokasi yang jauh dan berstruktur tanah gambut, ditambah lagi kesulitan air di lokasi dan cuaca yang panas sehingga api sulit dipadamkan, " ungkap Tajul.

Sedangkan di Kecamatan Tualang Mandau karhutla yang terjadi di dua lokasi yang merupakan lahan masyarakat dan diperkirakan mencapai 18 hektar.

Selain itu di Kecamatan Siak Kecil karhutla yang terjadi mencapai 17 hektare di dua lokasi dan di Kecamatan Bantan sembilan hektare di dua lokasi, sedangkan di Kecamatan Bukit Batu mencapai delapan hektare di tiga lokasi yang berbeda.

"Di Kecamatan Bathin Solapan mencapai tiga hektare dan Rupat Utara satu hektare, sedangkan Kecamatan Bengkalis dan Bantan nihil, " jelasnya lagi.

Akibat meluasnya Karhutla, akan dilakukanpeningkatan status siaga bencana dan hari ini akan dilaksanakan rapat bersama stake holder.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk waspada lingkungan dan tidak membakar lahan, karena sanksi yang ditetapkan sudah ada aturannya dan data dari BMKG sampai akhir bulan ini terjadi kemarau kering, " ungkap mantan Sekretaris Bapedda ini.

Baca juga: BMKG deteksi titik panas di Riau
Baca juga: KLHK kirim helikopter patroli karhutla ke Riau

 

Pewarta: Fazar Muhardi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cara Gubernur Kalbar perangi karhutla dan korupsi - Wawancara Khusus

Komentar