Alumni diminta tak bawa atribut politik pada Trisakti Connect Festival

Alumni  diminta tak bawa atribut politik pada Trisakti Connect Festival

Peringatan Tragedi Mei Mahasiswa dengan foto korban tragedi Mei mengikuti Peringatan 17 Tahun Tragedi 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta, Selasa (12/5). Alumni perguruan tinggi itu akan menggelar Trisakti Connect Festival 2019 yang merupakan reuni akbar alumni angkatan dari 1965 hingga 2018 di Gelora Bung Karno tanggal 17 Februari 2019. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Trisakti (IKAUSAKTI) Saidu Solihin meminta agar alumni yang akan hadir dalam Trisakti Connect Festival 2019 yang digelar di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada 17 Februari untuk tidak membawa atribut politik apapun.

"Kami meminta para alumni yang hadir untuk tidak membawa dan atau mengenakan atribut politik. Berkampanye Pileg ataupun Pilpres serta tidak menyuarakan gimmick yang berbau politik ataupun jargon tangan pasangan capres," ujar Saidu dalam keterangan kepada pers di Jakarta, Kamis.

Ia menegaskan, panitia tidak segan-segan mengeluarkan alumni yang membandel dari acara itu.

Dia menjelaskan Trisakti Connect merupakan reuni akbar alumni angkatan dari 1965 hingga 2018. Diperkirakan acara itu dihadiri puluhan ribu alumni Trisakti. Perhelatan akbar tersebut bertujuan mempererat silaturahmi antaralumni dari berbagai angkatan, lintas fakultas dan jurusan di Universitas Trisakti.

Acara tersebut dikemas dalam bentuk festival dan menampilkan seluruh kehebatan Alumni Universitas Trisakti.

"Kami ingin kebanggaan kita sebagai alumni Universitas Trisakti dapat terbangun melalui acara Reuni Akbar ini dan menjadi tugas semua Alumni Usakti untuk mengangkat citra almamater tercinta," tambah dia lagi.

Kegiatan tersebut diisi oleh berbagai kegiatan produktif, seperti cek kesehatan dan donor darah, bazaar yang diikuti oleh 200 unit kegiatan koperasi mahasiswa (UMKM), Job Fair, Clean Up the World, dan sebagainya.

"Tujuan nyatanya, kami ingin membuktikan sumbangsih alumni Usakti berperan besar di manapun mereka berada, di dunia kerja masing-masing," ungkap dia.

Dia menjelaskan acara tersebut merupakan ajang reuni terbesar yang pernah ada. Sejumlah dari pelosok Nusantara sudah menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam acara itu.

Diperkirakan ada sekitar 140.000 alumni Universitas Trisaksi yang telah tersebar di berbagai bidang baik sebagai pengusaha maupun sebagai profesional.

"Ada yang menjadi dokter, insinyur bangunan, perminyakan, pengacara hukum, bankir, artis, serta yang mengabdi dipemerintahan maupun politisi. Hal terpenting, kami ingin  menyatukan alumni tanpa memandang ras, suku, agama dan mendorong politik sejuk dan bersahabat sebagai upaya meredam perbedaan pandangan politik yang kini semakin meruncing menjurus ke arah perpecahan antar anak Bangsa," tambah Saidu.

Acara juga akan dimeriahkan oleh para artis band papan atas yang juga jebolan Universitas Trisakti, di antaranya The Fly, The Dance Company, Acid Speed Band, Eramono, Memes, Imaniar, Alumni PSMUT Choirs berbagai generasi, dan sosok-sosok alumni yang telah memiliki nama-nama besar dalam industri musik Tanah Air. 

Baca juga: Alumni Trisakti minta Jokowi selesaikan pelanggaran HAM
Baca juga: Alumni Trisakti Desak Pengadilan Eksekusi Putusan MA

 

Pewarta: Indriani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar