Sering terjadi kecelakaan laut, kehadiran pos SAR diinginkan warga Seram Bagian Timur-Maluku

Sering terjadi kecelakaan laut,  kehadiran pos SAR diinginkan warga Seram Bagian Timur-Maluku

Pencarian Kapal Nelayan Hilang Sejumlah personel Tim SAR Gabungan bersiap melakukan operasi udara guna mencari kapal nelayan KM Yora 03 di Laut Seram Bagian Barat dan Pulau Buru, Maluku, Kamis (31/8/2017). Operasi pencarian dilakukan dengan menggunakan pesawat Twin Otter DHC-6 PK-BRT milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang dipiloti Pilot Edi Irawan dan kopilot Septinus Buyang itu guna mencari KM Yora 03 yang hilang kontak sejak Sabtu (26/8/2017), yang membawa 15 nelayan asal Ambon. (ANTARAFOTO/izaac mulyawan)

Untuk mewujudkan harapan masyarakat, kamiĀ  berencana akan melakukan pertemuan dengan Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muslimin guna menyampaikan aspirasi masyarakat Seram Bagian Timur
Ambon, (ANTARA News) - Masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku, khususnya di daerah Gorom, Wakate, dan Teor sangat mengharapkan adanya penempatan sebuah pos SAR dari Kantor Basarnas Ambon karena sering terjadi kecelakaan laut di kawasan tersebut.

"Selaku wakil rakyat, kami berharap kepada pihak Basarnas Ambon bisa membuka satu pos SAR dan menyiagakan petugasnya di daerah itu," kata anggota DPRD Maluku asal Dapil Seram Bagian Timur, Constansius Kolatfeka di Ambon, Jumat.

"Untuk mewujudkan harapan masyarakat, kami  berencana akan melakukan pertemuan dengan Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muslimin guna menyampaikan aspirasi masyarakat Seram Bagian Timur," tambahnya.

Menurut dia, masyarakat di daerah-daerah tersebut sering merasa khawatir karena kadang terjadi kecelakaan laut ,terutama pada awal November hingga awal tahun baru akibat buruknya cuaca.

Dia mencontohkan, pada 23 Desember 2018 terdapat 10 warga Teor yang hilang di laut, namun berhasil ditemukan Basarnas bersama dengan tim gabungan dari Tanjung Buram, Kabupaten Maluku Tenggara.

"Dua pekan kemarin juga ditemukan dua orang warga yang sedang memancing, lalu tali mesin mereka putus. Namun, kami bersyukur, karena keduanya berhasil diselamatkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) SBT setelah berkoordinasi dengan Basarnas Ambon," tandasnya.

Karena kecelakaan laut di Maluku juga terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur sehingga untuk mengantisipasi hal serupa, maka langkah koordinasi dengan Basarnas Ambon terus dilakukan dalam rangka mencari solusi terbaik.

Untuk itu, Kolatfeka meminta pihak Basarnas Ambon melakukan kunjungan dan survei agar bisa mengetahui lokasi mana yang tepat untuk membangun pos SAR di sana.

Kalau dilihat secara geografis Kepulauan Wakate dan Teor ada pada ujung wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual serta Papua Barat yakni Timika dan Fak-Fak sehingga sangat rentan terjadinya musibah laut.

"Basarnas memang terkonsentrasi di Seram Bagian Timur dan bekerja sama dengan BPBD kabupaten. Namun mereka jangan hanya berkonsentrasi di Bula yang merupakan ibu kota kabupaten saja, tetapi harus membangun pos SAR di daerah-daerah yang dianggap rawan terjadinya kecelakaan laut seperti di Gorom, Wakate dan Teor," katanya.

Baca juga: Gempa 5,8 SR guncang Seram bagian timur

Baca juga: Tim Kemensos tinjau krisis pangan di Seram

Pewarta: Daniel Leonard
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim SAR gabungan evakuasi peselancar tewas dipantai Krata Sumbawa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar