counter

Berkunjung ke Laos dan Thailand, IPB gagas kerja sama PT ASEAN

Berkunjung ke Laos dan Thailand, IPB gagas kerja sama PT ASEAN

Rektorat Institut Pertanian Bogor di kawasan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jabar. (FOTO ANTARA/HO-ipb.ac.id)

Bogor (ANTARA News) - Delegasi Departemen Geofisika dan Meteorologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (GFM-FMIPA) Institut Pertanian Bogor berkunjung ke Laos dan Thailand untuk menggagas kerja sama antar-perguruan tinggi (PT) di ASEAN.

"Kami berkunjung ke National University of Laos (NUoL) dan Asian Institute of Technology (AIT) Thailand, khususnya program studi Water Engineering and Management (WEM)," kata Ketua GFM-FMIPA IPB, Dr Rahmat Hidayat, di Bogor, Jawa Barat, melalui Humas IPB, Sabtu.

Ia menjelaskan, GFM-FMIPA memiliki fokus dalam bidang iklim dan terapannya.

Dalam kunjungan yang berlangsung pada 5-10 Februari 2019 itu, tim IPB yang dipimpin Rahmat Hidayat disertai dua staf lainnya yaitu Dr Muh Taufik dan Dr  I Putu Santikayasa.

Gagasan kerja sama yang dilakukan, katanya, adalah dalam bentuk  penelitian, pertukaran mahasiswa dan juga staf pengajar, termasuk di dalamnya  pembentukan program, baik berupa "joint" maupun "double degree".

Kerja sama antar-PT di Asia Tenggara, kata dia, sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan kemampuan negara-negara Asia, khususnya ASEAN dalam persaingan dunia dan mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan global. 

Dalam kaitan itu, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Lingkungan NUoL, Associate Prof Dr Chanda Vongsombath menyatakan kesiapan pihaknya mendukung segala bentuk kerja sama yang memberikan win-win solution, dalam pendidikan serta penelitian. 

Kerja sama, katanya,  dapat dilakukan dalam beberapa tahapan dengan tujuan jangka pendek dan juga jangka panjang. 

Untuk kerja sama akademik yang bersifat jangka panjang dapat dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan serta ketersediaan fasilitas untuk mendukung keberlanjutan kerja sama. 

Sementara itu, ketika berkunjung ke AIT di Bangkok, Kepala Program Studi WEM  Dr Sangam Shrestha menyambut baik gagasan kerja sama dari IPB itu.

Ia juga menjelaskan bahwa AIT sudah memiliki pengalaman kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia, sehingga gagasan kerja sama dengan IPB akan semakin memperkokoh hubungan AIT dengan PT di Indonesia. 

Sedangkan Permanent Prof di WEM-AIT, Prof Mukand S Babel dalam pertemuan itu memberikan beberapa alternatif bentuk kerja sama yang dapat diinisiasi dalam waktu dekat ataupun jangka panjang.

Saat di Thailand, tim GFM-IPB juga mengunjungi Regional Integrated Multi-hazard Early Warning System (RIMES) for Afrika dan Asia di Bangkok. 

Senior Hydrologist dari RIMES, Anshul Agarwal, Ph.D menyatakan pihaknya dan GFM memiliki bidang yang sama, khususnya dalam bidang kebencanaan iklim dan sumber daya air. 


Baca juga: IPB masuk anggota baru ASEAN-Uninet

Baca juga: Tiga universitas dari Indonesia dan Jepang menjalin kerja sama

Pewarta: Andi Jauhary
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menristekdikti: status dosen IPB pemasok bom Molotov tunggu kepastian hukum

Komentar