Teater Papermoon Yogyakarta ramaikan International Puppet Festival di Lahore

Teater Papermoon Yogyakarta ramaikan International Puppet Festival di Lahore

Teater Boneka Papermoon asal Yogyakarta menggelar pertunjukan bertajuk "Letters to the Sky" di ajang International Puppet Festival di Lahore, Pakistan, Sabtu (16/2). (KBRI Islamabad)

Jakarta (ANTARA News) - Teater Boneka Papermoon dari Yogyakarta meramaikan ajang pertunjukan International Puppet Festival yang digelar di kota budaya Lahore, Pakistan, Sabtu (16/2).

Penampilan Papermoon tidak lepas dari dorongan KBRI Islamabad yang berupaya mempererat kerja sama bilateral melalui penguatan rasa saling pengertian dan memperkenalkan Indonesia secara luas di Pakistan.

"Serupa dengan wayang, penampilan boneka Papermon dalam festival ini juga diharapkan menjadi media komunikasi antar budaya yang dapat mendorong saling pengertian dan kerjasama kedua bangsa," kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Pakistan Iwan Suyudhie Amri dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (17/2).

Baca juga: Reog Ponorogo pukau publik Canberra

Dalam festival itu, Papermoon menampilkan pertunjukan bertajuk "Letters to the Sky" dengan tokoh Puno dan Tala. Pertunjukan itu menuai tanggapan positif dan mampu menguras emosi penonton.

 "Letters to the Sky" mengisahkan hubungan batin yang mendalam antara mereka yang masih hidup dan orang yang telah tiada.  

Tidak hanya melakukan pertunjukan, Papermoon juga ambil bagian dalam Rafi Peer Theatre Workshop yang berlangsung dari 15-17 Februari di Lahore.

Lebih lanjut, Direktur Rafi Peer Saadan Pirzada, saat berbincang dengan staf KBRI, menyampaikan antusiame untuk bekerja sama dengan KBRI dalam menyelenggarakan lokakarya wayang golek dan festival film Indonesia di Pakistan.

International Puppet Festival tahun ini juga diikuti oleh penampil dari sejumlah negara seperti Jerman dan Turki, serta para seniman lokal terkemuka.

Baca juga: Jaring wisatawan Iran, Indonesia gelar promosi pariwisata di Teheran

Pewarta: I Wayan Yoga H
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

International Corner - Membedah Perjanjian Dagang Khusus RI - Pakistan

Komentar