counter

Debat Capres

Pengamat: Jokowi baru membangun infrastruktur fisik bukan sistem

Pengamat: Jokowi baru membangun infrastruktur fisik bukan sistem

Deretan kereta MRT Jakarta di stasiun Lebak Bulus. (Antara News/Aji Cakti)

Pembangunan sistem di era Jokowi belum selesai, baru parsial karena baru secara fisik belum membangun sistem
Jakarta (ANTARA News) - Pengamat Transportasi Universitas Katholik Soegijapranata Djoko Setijowarno menilai pemerintahan Joko Widodo baru membangun infrastruktur secara fisik belum membangun sistem.

"Pembangunan sistem di era Jokowi belum selesai, baru parsial karena baru secara fisik belum membangun sistem," kata Djoko kepada Antara di sela Debat Capres Putaran Kedua di Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan pembangunan infratruktur transportasi, seperti LRT, Bandara Kertajati harus diimbangi dengan angkutan pendukung, atau angkutan pengumpan (feeder). 

"Kenapa LRT belum bisa menaikkan penumpang, karena tidak ada feeder ini tugasnya Pemda jadi ke depan pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bersinergi dengan baik," katanya. 

Terkait soal studi kelaikan, dia menilai semua semua proyek infrastruktur dibangun dengan studi kelaikan, namun belum membangun sistem itu. 

Calon Presiden 02 Prabowo Subianto menilai pembangunan infrastruktur tidak efisien yang berujung tidak digunakan oleh rakyat, seperti LRT dan Bandara Kertajati. 

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menilai membangun infrastruktur trasnportasi bukan hanya membangun fisik, melainkan membangun budaya.

Baca juga: Pengamat: Tol Trans Jawa isu utama debat soal infrastruktur

Baca juga: Pengamat ITDP: Capres harus tawarkan strategi infrastruktur dan transportasi ramah lingkungan

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar