"Berani Gundul 2019" digagas untuk dukung penyintas kanker anak

"Berani Gundul 2019" digagas untuk dukung penyintas kanker anak

Seorang relawan Suryo Brahmantyo (34) dicukur rambutnya saat aksi "Berani Gundul" yang diselenggarakan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (11/2/2017). Aksi Berani Gundul tersebut bertujuan untuk memberi kesadaran kepada masyarakat agar peduli terhadap anak penderita kanker serta dalam rangka menyambut Hari Anak Kanker Internasional pada 15 Februari mendatang. (ANTARA FOTO/Aji Styawan om)

Tujuannya menggugah simpati serta empati masyarakat untuk anak-anak penderita kanker dan tumor selama menjalani terapi
Semarang, (ANTARA News) - Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) menggelar kegiatan bertajuk "Berani Gundul 2019" di Semarang pada 17-18 Februari 2019 sebagai salah satu bentuk dukungan kepada para penyintas kanker, khususnya kalangan anak-anak.

"Acara ini merupakan program tahunan yang selalu digelar oleh YKAKI di seluruh cabang di Indonesia dalam rangka memperingati Hari Kanker Nasional setiap 15 Februari dengan tujuan menggugah simpati serta empati masyarakat untuk anak-anak penderita kanker dan tumor selama menjalani terapi," kata Kepala Cabang YKAKI Semarang, Vita Mahaswari di Semarang, Senin.

Terkait dengan kegiatan "Berani Gundul 2019" ini, ia mengatakan bahwa penyintas kanker biasanya mengalami kerontokan rambut selama menjalani terapi, bahkan ada yang kehilangan semua rambutnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, kegiatan "Berani Gundul 2019" diadakan agar masyarakat lebih sadar akan bahaya kanker serta lebih peduli kepada penyintas kanker.

"Dengan melihat banyaknya masyarakat yang ikut berpartisipasi, secara psikologis anak-anak penyintas kanker akan terbantu karena mereka merasa tidak sendiri saat menjalani terapi," ujarnya.

Tercatat puluhan pengunjung mal dengan sukarela ikut berpartisipasi pada kegiatan "Berani Gundul 2019".

Hadit, salah seorang mahasiswa yang ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut mengaku mencukur habis semua rambutnya agar dapat ikut merasakan apa yang dialami para penyintas kanker.

"Ini pertama kalinya saya dicukur gundul. Jadi saya merasa lebih `aware` terhadap kanker. Harapan saya agar anak-anak penderita kanker di seluruh Indonesia dapat hidup sehat seperti anak-anak lainnya," katanya.

Kegiatan "Berani Gundul 2019" yang memasuki tahun ketiga ini secara tidak langsung meningkatkan antusiasme masyarakat dalam melawan penyakit kanker.

Sejak berdiri pada 26 September 2016, YKAKI cabang Semarang telah merawat sebanyak 150 anak-anak dari usia 0-18 tahun yang dirawat di rumah yayasan yang beralamat di Jalan Kedung Jati Nomor 6 Komplek Rumah PT KAI Semarang.

YKAKI Semarang tidak hanya menampung pasien dari Provinsi Jawa Tengah saja, tetapi ada beberapa pasien dari Kalimantan, Aceh dan daerah lainnya yang dirujuk dari rumah sakit asalnya untuk dirawat di YKAKI Semarang.

Baca juga: YKAI: penderita kanker anak meningkat tujuh persen

Baca juga: Kanker pada anak lebih sulit dicegah

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar