Ibu Negara sosialisasikan bahaya narkoba melalui drama

Ibu Negara sosialisasikan bahaya narkoba melalui drama

Ibu Negara sosialisasikan bahaya narkoba melalui drama (Biro Pers Istana)

Jakarta (ANTARA News) - Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyosialisasikan bahaya narkoba, pornografi, hoaks, dan bullying melalui cara unik, yakni lewat lagu, drama, dan kuis.

Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Maluku, Selasa, Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninjau langsung Sosialisasi Bahaya Narkoba, Pornografi, Hoaks dan Bullying serta Peduli Kebersihan dan Lingkungan Hidup. 

"Tadi sudah disampaikan sosialisasi tentang narkoba. Apa lagi? Tentang apa? Cuci tangan, ya? Ada yang mau maju? Ada hadiah loh," ujar Ibu Iriana membuka sesi dialog di Gedung Islamic Center Ambon, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon sebagaimana disampaikan Plt. Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Sinta Puspitasari.

Untuk membantu anak-anak mengingat, langkah-langkah mencuci tangan dengan benar pun dikemas dalam sebuah lagu. 
Ibu Negara pun meminta para siswa yang hadir untuk bernyanyi sambil mempraktikkan cuci tangan.

"Mari kita cuci tangan. Enam langkah berurutan. Basahi dulu dengan air, beri sabun, baru mulai," demikian bunyi sebagian lirik lagu cuci tangan tersebut.

Dalam sosialisasi ini, kepada anak-anak ditekankan mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan karena tangan merupakan sarang kuman. Terutama sebelum makan ataupun setelah bermain dengan binatang.

Selain gerakan mencuci tangan, pada kesempatan ini Ibu Iriana juga menyosialisasikan bahaya narkoba. 
Kali ini, Ibu Negara menyampaikannya melalui drama pertunjukan di mana Ibu Iriana berpura-pura sebagai orang yang menawarkan narkoba kepada anak-anak.

"Halo adik-adik semua, sedang apa ini? Belajar? Sudah makan belum? Ibu di sini ada permen, mau enggak?" ujar Ibu Iriana mengawali adegannya.

"Enggak mau!" seru beberapa anak yang tampil di depan.

"Loh kenapa? Ini ada lima permennya loh, ada rasa stroberi, ada bentuk-bentuk binatang permennya, enak, gratis," bujuk Ibu Iriana.

"Karena tidak boleh menerima permen dari orang yang belum kenal," seru seorang anak.

"Oh sekarang kenalan dong. Nama saya Iriana, punya permen banyak, gratis. Nanti bisa buat adiknya, buat kamu sendiri. Gimana? Nanti tak kasih 10. Warnanya bagus loh ini, ada oranye, ada pink," kata Ibu Iriana kembali mencoba membujuk.

"Enggak mau, Bu," ujar anak-anak.
"Loh kan sudah kenalan. Enggak apa-apa, ini kan sudah dekat. Manis loh rasanya, enak. Mau ya nyoba dulu tak kasih," kata Ibu Iriana disambut tawa hadirin.

"Ini anak-anak ini keukeuh sekali enggak mau saya kasih permen yang ada narkobanya. Betul anak-anak semuanya? Karena kalau terpengaruh dengan permen yang menarik dan gratis, harus hati-hati," lanjutnya.

Ibu Negara pun mengapresiasi anak-anak yang tampil di depan ini dan memberikan hadiah berupa buku dan jam tangan.

Sementara itu, untuk sosialisasi bahaya hoaks, Ibu Negara dan rombongan OASE-KK melakukannya melalui kuis. 

Kali ini kuis diberikan oleh Ketua Bidang III OASE-KK Ibu Nora Tristiyana Ryamizard Ryacudu dan Ibu Triana Rudiantara.

"Bagaimana caranya biar hoaks ini tidak kalian sebarkan lagi ke teman-teman yang lain?" ujar Ibu Triana.

"Caranya itu kita harus mencari informasi dari orang tua atau Google. Cari tahu apakah itu benar atau hoaks. Kalau betul kita lanjutkan, kalau tidak, kita tidak lanjutkan. Yang kedua, bermanfaat atau tidak bagi semua orang," jawab seorang siswi bernama Krisantia.

"Kalau tidak tahu, tidak usah menyebarkan. Kita harus pastikan apakah akun itu dari yang pihak berwajib atau tidak. Kalau misalnya itu dari anak kecil, mungkin itu masih hoaks. Kecuali dari polisi misalnya, itu tidak hoaks," kata seorang siswa bernama Valentino menambahkan.

Atas jawabannya tersebut, kedua pelajar tingkat SMP ini pun diberi hadiah laptop. 
Hal ini pun disambut riuh tepuk tangan seisi gedung.

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Sigit Pinardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pembangunan ibu kota baru harus memperhatikan sanitasi

Komentar