counter

PM: Pakistan akan balas kalau India menyerang

PM: Pakistan akan balas kalau India menyerang

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menghadiri pertemuan di Great Hall of the People di Beijing, 2 November 2018. REUTERS/Thomas Peter/Pool/File Photo

Islamabad/Srinagar (ANTARA News) - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan, Selasa, pihaknya akan melancarkan pembalasan jika India melakukan serangan dalam menanggapi pengeboman di Kashmir, wilayah yang disengketakan.

India menyalahkan Pakistan atas insiden tersebut.

Pada saat yang sama, PM Khan menambahkan bahwa ia ingin bekerja sama dalam mengusut pengeboman itu.

Ketegangan antara kedua negara pemilik senjata nuklir itu telah meningkat tajam setelah 40 polisi paramiliter India tewas dalam pengeboman bunuh diri pada Kamis pekan lalu di wilayah Kashmir yang dikendalikan India.

Kelompok garis keras Jaish-e-Mohammed (JeM), yang berpusat di Pakistan, menyatakan sebagai pelaku serangan.

Pakistan sendiri membantah memiliki keterlibatan apa pun dan meminta Perserikatan Bangsa-bangsa untuk menengahi.

Namun Perdana Menteri India Narendra Modi, yang menghadapi pemilihan umum pada Mei, berada di bawah tekanan untuk melakukan pembalasan.

Modi mengatakan ia sudah mempersilakan pasukan keamanan India untuk menjalankan "reaksi keras".

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, PM Khan menyatakan mendengar seruan di India itu terkait pembalasan dan ia mengatakan dirinya berharap "akal sehat yang akan menang".

"Kalau kalian pikir bahwa kalian akan melakukan serangan macam apa pun terhadap Pakistan, Pakistan tidak hanya akan mempertimbangkan untuk membalas, Pakistan akan membalas," tegas Khan.

Pakistan dan India telah terlibat dalam tiga peperangan sejak 1947, yang dua di antaranya berkaitan dengan Kashmir.

Baca juga: PM India peringatkan Pakistan balasan kuat atas serangan Kashmir
Baca juga: Hubungan memanas, Pakistan panggil pulang Dubesnya di India



Sumber: Reuters
Penyunting: Tia Mutiasari/Eliswan Azly

Pewarta: Antara
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

International Corner - Membedah Perjanjian Dagang Khusus RI - Pakistan

Komentar