counter

Pemkab Sangihe segera terbitkan perbup sampah plastik

Pemkab Sangihe segera terbitkan perbup sampah plastik

Puteri Indonesia Lingkungan 2018 Vania Fitryanti Herlambang (kedua kanan) berfoto dengan perwakilan milenials BNI dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Lobi Grha BNI, Jakarta, Kamis (21/2/2019). Bupati Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara, Jabes Ezar Gaghana akan segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur pemanfaatan bahan-bahan dari sampah plastik. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Kepulauan Sangihe,  (ANTARA News) - Bupati Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara, Jabes Ezar Gaghana akan segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur pemanfaatan bahan-bahan dari sampah plastik.

"Pemerintah Kabupaten Sangihe segera menerbitkan Peraturan Bupati guna mengatur pemanfaatan sampah termasuk sampah plastik," kata Bupati Jabes Gaghana di Tahuna, Kamis.

Menurut Bupati, Peraturan Bupati tersebut diterbitkan untuk mengatur pengolahan sampah termasuk mengurangi atau mencegah sampah plastik yang dibuang sembarangan tempat.

Pernyataan Bupati Jabes Gaghana, diungkapkan saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tingkat Kabupaten Sangihe, dipusatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Santiago Tahuna.

Pada awal tahun ini, pemerintah Kabupaten Sangihe telah mencanangkan program pengurangan sampah plastik.

Kepada warga Sangihe, Bupati menghimbau agar membatasi penggunaan pembungkus atau kemasan dari plastik.

Bupati meminta kepada semua satuan kerja perangkat daerah agar mensosialisasikan penggunaan air mineral dalam dispenser pada setiap acara atau kegiatan.

Langkah inipun mulai diikuti oleh warga masyarakat dalam setiap acara ataupun kehidupan keluarga sehari-hari.

"Saya bersyukur sebab sebagian masyarakat sudah tidak lagi menggunakan air mineral dalam kemasan gelas atau botol kecil," kata Bupati.

Melihat respon positif ini, Bupati merasa perlu untuk membuat aturan sebagai payung hukum yang wajib dipatuhi oleh semua pihak.

Para pengusaha diminta agar tidak lagi menggunakan tas plastik sebagai pembungkus atau tas belanjaan.

Menurut Bupati, pada tahun 2019 ini, diharapkan sinergi masyarakat dengan pengusaha dan pemerintah kiranya semakin kuat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

"Kami berharap, sinergi masyarakat dan pengusaha serta pemerintah semakin kuat guna menciptakan lingkungan hidup yang sehat dan bersih," kata Bupati.

Kebiasaan membuang sampah di sembarangan tempat sudah harus dihilangkan. "Mari kita biasakan membuang sampah di tempat yang sudah disiapkan, agar lingkungan kita tetap bersih," kata Bupati.

Baca juga: Menteri LHK ajak samakan langkah untuk kelola sampah
Baca juga: "Miss Pure International" promosikan Bali perangi sampah plastik
Baca juga: Ada insentif bagi daerah yang batasi penggunaan kantong plastik

Pewarta: Jerusalem Mendalora
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lomba Menyulap Sampah Plastik

Komentar