counter

Gubernur Jabar: pentahelix jurus baru Citarum harum

Gubernur Jabar: pentahelix jurus baru Citarum harum

Anggota TNI mengambil sampah saat melakukan patroli bersih di Kawasan Hulu Sungai Citarum, Situ Cisanti, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/32018). Gubernur Jabar Ridwan Kamil akan memakai jurus pentahelix untuk program Citarum Harum yaitu membagi lima peran dari pemerintah, pebisnis, universitas, komunitas dan media. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Bandung (ANTARA News) - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil mengatakan Pentahelix adalah jurus lima unsur yang hendak dilancarkan Citarum Harum demi mengembalikan sungai terpanjang di bumi Priangan kembali menjadi sumber kehidupan.

"Hari ini kami menyelenggarakan sebuah gagasan besar, kebencanaan ini bisa kita kurangi resikonya melalui kolaborasi Pentahelix," kata Gubernur Emil seusai menghadiri seminar nasional dengan tema `Model Sinergitas Pentahelix-Merawat Alam dan Mitigasi Bencana,` di Kota Bandung, Jumat.

Dengan kolaborasi A - B- C -G - M, Academician, Business, Community, Government, Media, kelima unsur tersebut harus kompak, saling support, untuk membangun Citarum yang harum, bersih, sehat, dan lestari.

"Selama ini jangan menyangka bahwa urusan hidup kita ini hanya urusan Pemerintah, maka pentahelix ini terbagi lima peran, ada peran pemerintah, pebisnis, universitas, peran komunitas dan peran media," tambahnya.

Diharapkan Emil, dalam waktu lima sampai tujuh tahun ke depan, normalisasi Citarum akan berhasil kalau semua elemen ini kompak.

Menurut dia, saat ini telah dibuat buku pedoman Citarum Harum, didalamnya memuat masing- masing peran akan mengerjakan apa dengan target apa dan nantinya tiap akhir tahun akan dievaluasi.

"Target harus ada progres 15-20 persen setiap tahunnya. Jadi di akhir proses kita harapkan bisa mengembalikan Citarum," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo, mengatakan dalam kurun waktu delapan tahun terakhir di Indonesia, bencana alam telah menelan sekitar 11 ribu korban jiwa.

Korban terbesar diakibatkan gempa bumi, tsunami, diikuti longsor dan banjir.

"Di Jawa Barat, dalam kurun waktu dua tahun terakhir pun sangat banyak. Kalau kita lihat bentuk- bentuk bencana yang terjadi, Jawa Barat adalah yang terlengkap," katanya.

Doni menegaskan kalau sumber bencana, rata-rata adalah hasil dari perbuatan manusia. Seperti alih fungsi lahan, tata ruang yang tidak dipatuhi, hingga terjadi peristiwa alam yang selau berulang.

"Mari kita merawat alam, kita jaga alam, maka alam menjaga kita, kalau kita tidak jaga alam, maka musibah akan datang silih berganti," kata Doni.

Selain itu, Doni juga sempat mengatakan bahwa Jawa Barat terdapat patahan Lembang yang cukup berisiko. Namun dirinya berpesan agar masyarakat tidak terlalu takut, namun harus meningkatkan kewaspadaan.

Baca juga: BPPT tawarkan IPAL dan Onlimo untuk Citarum Harum
Baca juga: Kemristekdikti luncurkan KKN tematik Citarum Harum
Baca juga: 70 persen limbah domestik cemari Sungai Citarum

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tahun ketiga, Citarum Harum fokus ke peningkatan kualitas air

Komentar