counter

Laporan dari London

Lembah Baliem dan komodo pikat pengunjung pameran wisata di Skandinavia

Lembah Baliem dan komodo pikat pengunjung pameran wisata di Skandinavia

Salah seorang pemuda Lembah Baliem menggunakan aksesoris berupa "taring babi" pada lubang hidungnya pada Festival Lembah Baliem ke-22 yang digelar di Jayawijaya, Papua. Taring babi merupakan aksesoris ciri khas masyarakat Papua yang biasanya digunakan masyarakat setempat saat pesta adat dan acara budaya lainnya. (ANTARA/Alexander W Loen)

London (ANTARA News) - Lembah Baliem, dan Komodo menarik perhatian pengunjung Danish Travel Show - Ferie for Alle di Herning, Denmark pameran wisata terbesar di Skandinavia.

Dubes RI untuk Denmark, M. Ibnu Said, kepada Antara London, Minggu mengatakan anjungan Indonesia mempromosikan alternatif tujuan wisata selain Bali dengan perpaduan paket wisata alam dan budaya.

Pameran wisata berlangsung selama tiga hari, 22 - 23 Februari 2019.

Pada acara "Table Top Meeting", yang mempertemukan "buyers" dan "sellers" paket wisata diadakan KBRI Kopenhagen di sela-sela pameran, Dubes Ibnu Said, mengatakan Indonesia merupakan negara kepulauan terdiri lebih dari 17.000 pulau.

Dikatakannya banyak tempat tujuan wisata selain Bali yang cukup dikenal warga Denmark.

Indonesia memiliki paket tujuan wisata bervariasi, mulai dari eco-tourism, marine tourism, wisata seni dan kuliner, heritage villages hingga modern shopping dan entertainment di kota-kota besar.

Sementara itu Oyan Kristian dari PT Komodo Tours menjual paket wisata di Labuan Bajo dan Pulau Komodo, serta wisata budaya Flores.
Pengunjung menyaksikan sejumlah komodo di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (7/12/2018). Pulau Rinca yang merupakan zona inti Taman Nasional Komodo, dihuni lebih dari 1.500 ekor komodo, sementara di Pulau Komodo populasinya berjumlah sekitar 1.300 ekor. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.


Wisata alam dengan kekayaan fauna Kalimantan, seperti bekantan dan orang utan, menjadi daya tarik paket yang ditawarkan Lars Faursholt, Indonesia Travel Specialist dari Denmark. 

Sedangkan wisata budaya Papua, seperti festival Lembah Baliem, menarik perhatian hadirin karena keunikannya.

Lars Faoursholt juga menawarkan Bali sebagai penutup paketnya, yang sudah cukup dikenal warga Denmark sebagai tempat berlibur. 

Paduan bentuk wisata yang berbeda, seperti Pulau Komodo, Festival Lembah Baliem dan kedekatan dengan fauna seperti bekantan dan orang utan telah menarik perhatian pengunjung anjungan Indonesia dengan banyaknya menanyakan paket tersebut.

Pada pameran wisata itu, juga disuguhkan sejumlah tarian tradisional seperti Selayang Pandang, Merak, Jaipong, Topeng Bapang Malang, Ngapotek, Lancang Kuning, Gantar dan Enggang memeriahkan pameran, baik di panggung utama maupun di anjungan Indonesia.

Selain itu anjungan Indonesia juga mempromosikan kuliner Indonesia, seperti nasi uduk, semur daging, kari ayam, somay, keripik talas dan bubur kacang hijau.

Minuman hangat wedang secang sangat diminati karena keunikan rasanya. Kopi Indonesia juga sangat digemari warga Denmark yang merupakan salah satu peminum kopi terbanyak di dunia.

Berdasarkan penelitian setidaknya 20 juta cangkir kopi dikonsumsi warga Denmark secara keseluruhan setiap harinya.

Sementara itu, CEO MCH Messecenter Herning, Georg Srensen, mengatakan Danish Travel Show atau Ferie for Alle adalah pameran pariwisata yang paling banyak dikunjungi di wilayah Skandinavia dengan jumlah pengunjung lebih dari 60.000 pengunjung dan diikuti lebih dari 1.100 exhibitors.

Pensosbud KBRI Kopenhagen, Dieny Maya Sari mengatakan KBRI Kopenhagen berpartisipasi pada pameran yang diadakan setiap tahun karena kesempatan besar untuk mempromosikan Indonesia di wilayah Skandinavia, khususnya Denmark.

Liburan merupakan hal penting bagi warga Denmark. Berdasarkan survey Expedia, setidaknya 81 persen warga Denmark mengambil libur selama empat minggu setiap tahunnya.
Baca juga: Kopi Arabika Wamena Papua kembali bangkit

 

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiket masuk ke Pulau Komodo akan dipatok Rp14 juta

Komentar