Osebi usul karya seni siswa dapat HAKI

Osebi usul karya seni siswa dapat HAKI

Presiden Indonesia Science Project Olympiad (ISPO) Prof Dr Ir Riri Fitri Sari MSc MM (baju biru) dan Presiden Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) Liliana Muliastuti (baju merah) saat melihat pameran pada pelaksanaan Festival Sains dan Budaya 2019 di Tangerang Selatan, Jumat (Indriani)

karya siswa SMP dan SMA yang ikut dalam Festival Seni Budaya ini perlu mendapatkan HAKI
Jakarta (ANTARA News)- Presiden Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (Osebi) Dr Liliana Muliastuti mengusulkan agar karya seni siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk mendapatkan sertifikat Hak Karya Intelektual (HAKI).
    
"Untuk karya siswa SMP dan SMA yang ikut dalam Festival Seni Budaya ini perlu mendapatkan HAKI," ujar Liliana dalam konferensi pers penutupan Festival Sains Budaya yang diselenggarakan di Sekolah Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan, Minggu.
    
Dia menjelaskan untuk saat ini tidak susah mendapatkan HAKI. Cukup dengan mendaftar melalui situs Kemenkumham.

Dengan didaftarkannya karya siswa, lanjut dia, maka siswa akan mempunyai pengalaman luar biasa. "Mereka akan bangga, karena meskipun muda punya karya," jelas dia.
    
Liliana menjelaskan baik seni dan sains harus sama-sama dipelajari. Jika hanya sains saja dipelajari maka siswa akan kaku dan seni yang akan menyeimbangkan keduanya.
   
Dengan terdaftar di HaKI, karya cipta seni budaya siswa terlindungi dari pengakuan asing.
   
"Karya seni budaya dari siswa Indonesia hebat-hebat. Dari penilaian para juri, rerata kemampuan para siswa di luar prediksi mereka. Mereka mampu menciptakan karya seni bernilai tinggi, nalar mereka sempurna di luar batas usia siswa," kata Liliana.
    
Dia menyebutkan, finalis OSEBI tahun ini sebanyak 67 orang dari 20 provinsi. Mereka mengikuti lomba enam cabang (menyanyi solo, tari kreasi nusatara, baca puisi, menulis essay, menulis cerita pendek, menulis puisi). 
   
Liliana juga mengharapkan semakin banyak siswa yang mempelajari budaya sendiri dibandingkan budaya asing seperti budaya pop Korea.
     
"Para perempuan Indonesia banyak tergila-gila dengan drama Korea, milenialnya senang dengan K-Pop dan kulinernya. Ini harus diwaspadai," harap dia.

Baca juga: Pemprov DKI akan perbanyak festival seni dan budaya

Baca juga: Festival Dalang Bocah pupuk darah seni sejak dini


Pewarta: Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Membangkitkan kesenian Tak Buta'an yang lama tenggelam

Komentar