counter

Dua warga Pamekasan disambar petir

Dua warga Pamekasan disambar petir

Hujan lebat disertai petir (Dok ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/pras.

Pamekasan  (ANTARA News) - Dua warga Pamekasan, Jawa Timur disambar petir selama cuaca buruk yang terjadi di wilayah itu dalam sepekan terakhir ini.

"Kedua warga Pamekasan yang disambar petir itu masing-masing warga Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean dan warga Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu," kata  Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Budi Cahyono di Pamekasan, Senin.

Dari dua orang warga korban petir ini, satu orang di antaranya meninggal dunia, yakni petani bernama Saripa (50), warga Dusun Kembang Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean.

Korban meninggal dunia akibat tersambar petir saat bercocok tanaman, pada Minggu (24/2/2019) sore.

Saripa disambar petir pada saat ia berada di tengah ladang. Saat itu korban bersama saudaranya yang bernama Tuni (46) sedang bekerja.

"Beruntung Tuni yang sedang bersama korban selamat dari petaka itu," ujar Zaini.

Warga setempat yang mendengar kejadian tersebut langsung berdatangan untuk menolongnya. Korban dibawa ke rumah duka, dan disambut tangis histeris dari keluarga korban yang tidak menyangka musibah datang dengan tiba-tiba.

Sebelumnya, warga lainnya, Kamhar (40) seorang nelayan warga Dusun Sumber Bulen, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu,  juga disambar petir saat mencari ikan di perairan Pantai Jumiang, Pademawu, Pamekasan bersama lima orang temannya.

Berbeda dengan Saripa, Kamhar masih selamat, dan hanya dirujuk ke RSU Mohamamad Noer Pamekasan, lantaran  pingsan tidak sadarkan diri.

Pada saat peristiwa terjadi, Kamhar yang merupakan seorang kapten perahu sedang duduk di bagian belakang perahu,  bersandar di tiang bendera tempat biasanya menjalankan tugasnya menjadi juru mudi.

Sekitar pukul 08.30 WIB, ketika langit mulai gelap serta hujan rintik-rintik, tiba-tiba petir menyambar tiang bendera yang menjadi sandaran Kamhar sehingga biasan petir juga mengenai dirinya.

Seketika itu juga Kamhar langsung pingsan. Teman-temannya langsung memutar haluan perahu merapat ke tepi pantai dan membawa korban ke RSUD Mohammad Noer Pamekasan.

Menurut  Budi Cahyono, berdasarkan hasil prakiraan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisikan (BKMG), potensi cuaca buruk, masih akan terjadi hingga sepekan ke depan.

"Olah karena itu, kami mengimbau, agar warga hendaknya waspada, terutama para nelayan. Jika cuaca buruk dan petir menyambar-nyambar hendaknya berteduh di dalam rumah saja," katanya.

Selama musim hujan ini Pamekasan juga mengalami peristiwa banjir, tanah longsor dan angin kencang.

Data BPBD Pamekasan menyebutkan,  sedikitnya sebanyak 65 bangunan milik warga, berikut tempat ibadah berupa masjid rusak akibat angin kencang.


Baca juga: Warga tewas tersambar petir
Baca juga: Dua bocah kakak beradik tewas disambar petir
 

Pewarta: Abd Aziz
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga hari terhenti, KMP Tanjung Burang kembali berlayar

Komentar