Puluhan penambang emas tertimbun longsoran di Bolaang Mongondow

Puluhan penambang emas tertimbun longsoran di Bolaang Mongondow

Sejumlah anggota tim SAR mengevakuasi salah seorang korban tambang emas yang longsor di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Selasa (26/2/2019) malam. Sekitar 60 pekerja tertimbun longsor di lokasi penambangan emas tanpa ijin tersebut dan 11 korban diantaranya selamat sementara tiga orang meninggal dan 46 orang masih dalam pencarian. ANTARA FOTO/Handout/Humas Basarnas/aww.

Manado, Sulawesi Utara (ANTARA) - Puluhan penambang tertimbun longsoran tanah dan bebatuan di areal Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Selasa (26/2), pukul 21.00 WITA.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya mengatakan saat puluhan orang sedang menambang emas tiba-tiba tiang dan papan penyangga lubang galian patah karena kondisi tanah yang labil dan banyaknya lubang galian tambang.

Akibatnya, menurut data sementara yang masuk ke BNPB, sekitar 60 penambang emas tertimbun longsoran tanah dan bebatuan di areal tambang rakyat tersebut.

Sampai dengan Rabu (27/2) pukul 05.00 WITA, 14 penambang sudah berhasil dievakuasi, satu orang di antaranya meninggal dunia dan 13 orang lainnya luka ringan dan berat.

Menurut Sutopo, setelah menerima informasi dari masyarakat BPBD Bolaang Mongondow langsung berkoordinasi dengan Basarnas Pos SAR Kotamobagu, Polsek Lolayan dan Koramil Lolayan untuk mengevakuasi para penambang yang tertimbun material longsoran.

Proses evakuasi melibatkan Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow, Basarnas Pos SAR Kotamobagu, Polres Kotamobagu, Polsek Lolayan, Koramil Lolayan, PMI, Rescue JRBM, masyarakat setempat dan penambang yang ada di lokasi.

Baca juga:
Regu penolong selamatkan delapan penambang emas yang terperangkap dalam lubang
Dua penambang pasir ilegal tewas tertimbun longsor

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar