Piala AFF U-22

Ayah Osvaldo Haay minta anaknya tetap rendah hati

Ayah Osvaldo Haay minta anaknya tetap rendah hati

Pemain Timnas U-22 Osvaldo Ardiles Haay (tengah) beraksi bersama rekannya setelah membobol gawang Thailand dalam pertandingan Final Piala AFF U-22 di Stadion Nasional Olimpiade Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019). ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/hp.

Sebagai orang tua, saya sangat bangga Osvaldo bisa menjadi penentu kemenangan bagi Timnas U22 hingga pada akhirnya gol yang dicetaknya bisa meraih juara, yang membanggakan masyarakat Papua dan Indonesia
Ayah Osvaldo Haay, EdisonSebastian Haay (55) meminta anaknya untuk tetap rendah hati meskipun sanjungan mengalir kepada salah satu pemain kunci timnas u22 yang meraih Piala AFF.

"Jangan sombong tetap merendahkan diri," begitu pesan Edison untuk anaknya seperti diungkapkan ketika Antara bertandang ke rumah pesepak bola Osvaldo Ardiles Haay di kompleks Hamadi Lapangan,  Kelurahan Hamadi,  Distrik Jayapura Selatan,  Kota Jayapura,  Papua,  Rabu pagi. 

Kalimat tersebut terucap dari ayahanda pemain Timnas U22, Osvaldo Haay guna memberikan motivasi kepada anaknya yang sedang menjadi perbincangan hangat berkat golnya pada menit 64 lewat tandukan maut memanfaatkan tendangan bebas rekannya Muhammad Lutfi Kamal Baharsyah.

Baca juga: Leganya Osvaldo cetak gol penentu kemenangan

"Sebagai orang tua, saya sangat bangga Osvaldo bisa menjadi penentu kemenangan bagi Timnas U22 hingga pada akhirnya gol yang dicetaknya bisa meraih juara, yang membanggakan masyarakat Papua dan Indonesia," katanya. 

Edi sapaan akrabnya yang didampingi istrinya Suzana Boanitawati (42) serta dua putranya Jefry Haay dan Jeremiah Denilson Haay, mengatakan bahwa keberhasilan anaknya Osvaldo Haay dalam mencetak gol tidak lepas dari dukungan rekan-rekan dalam tim dan peran para pelatih yang jeli dalam menerapkan strategi menghadapi lawan. 

"Osvaldo bisa cetak gol tentunya berkat rekan-rekan dalam timnya dan jajaran pelatih.  Saya selalu ingatkan kepadanya untuk tidak jumawa dan selalu membawa diri yang baik dalam bergaul," ujarnya. 

Edi mengaku bahwa kepiawaian Osvaldo dalam bermain bola, tak lepas dari pengaruh dirinya yang juga dulunya pesepak bola. 

"Saya juga pernah bermain bola di Tunas Musa Hamadi,  lalu ke Persema Malang, Unbraw dan beberapa klub sepak bola di Jawa Timur pada tahun 1980-an hingga bertemu Suzana yang menjadi pendamping hidup," kata Edi.

Senada dengan sang suami,  Suzana juga mengaku bangga anaknya bisa memberikan kontribusi yang positif dalam timnas U22.

"Osvaldo itu memiliki kemauan yang keras namun penurut. Dia terbiasa dengan bola sejak usia dini. Bergabung dengan SSB Tunas Muda Hamadi sejak SD dan pernah ikuti Danone Cup dan tim Pra PON Papua 2016," katanya.

Karir profesional Osvaldo,  ungkap wanita asal Banyuwangi, Jawa Timur itu tak lepas dari peran pelatih Osvaldo Lessa dan Lidyo Nindyo serta petinggi klub Persipura Jayapura.

"Pertama kali anak saya main bola diajak oleh pelatih Osvaldo Lessa, hari pertama dia datang ke Mandala tidak jadi berlatih karena malu dan memilih pulang. Nanti di hari kedua baru dia berlatih setelah diajak dan dipanggil Lidyo Nidyo dari tribun lapangan," ungkapnya

Sementara itu,  Jefry Haay kakak kedua Osvaldo Haay mengaku bangga memiliki adik yang mengikuti jejaknya dan ayah mereka sebagai pemain bola. 

"Tentunya bangga. Saya berharap Osvaldo tetap rendah diri dan selalu menjadi dirinya," katanya. 

Jefry yang pernah tercatat sebagai pesepak bola Persidafon Dadonsoro,  Perseru Serui, dan Barito Putera mengaku Osvaldo kini menjadi idola anak-anak Papua.

Para tetangga juga menilai Osvaldo sebagai sosok yang baik dan menyenangkan.

"Osvaldo anaknya baik dan pandai bergaul,  tidak sombong. Selalu membantu teman, " kata Ince Warinusa, tetangga Osvaldo di Hamadi. 
 

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Telan dua kali kalah, Timnas Sepakbola Putri Indonesia tersingkir

Komentar