counter

Pemkab Jayawijaya mutasi guru ke distrik pinggiran

Pemkab Jayawijaya mutasi guru ke distrik pinggiran

Aktivitas belajar mengajar di SD Inpres Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, Papua, Selasa (2/5/2017). SD tersebut terdiri dari lima ruangan yakni empat ruang kelas dan satu ruang guru dengan jumlah murid 29 orang yang diajar 12 guru PNS dan kontrak. (ANTARA FOTO/Indrayadi TH)

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua segera memutasi guru yang selama ini menumpuk di pusat kota ke berbagai sekolah di distrik pinggiran.

Bupati Jayawijaya John Richard Banua di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Minggu, mengatakan contoh sekolah yang diupayakan mendapat tambahan guru pindahan dari pusat kota adalah SMP Yalengga.

"Kita lihat di Kota Wamena kalau memang guru berkelebihan dalam satu sekolah maka kita akan geser ke Yalengga, guna menunjang proses belajar mengajar di sekolah itu," kata dia.

Ia mengatakan SMP Yalenga sedang diupayakan menjadi sekolah percontohan di wilayah distrik terjauh dari pusat kota Jayawijaya sehingga telah diimbau juga kepada kepala sekolah untuk merekrut tambahan guru honor.

"Guru honor akan dibiayai dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Saya juga meminta kepada kepala sekolah membuat surat untuk meminta tambahan guru," kata dia.

Bupati John Richard mengatakan dari kunjungan ke SMP tersebut, diketahui proses belajar mengajar berjalan baik walau lokasinya berada jauh dari pusat kota.

Ia meminta pihak sekolah mengalokasikan sebagian BOS untuk memperbaiki kerusakan ringan di sekolah itu,seperti rehabilitasi ringan terhadap beberapa ruangan yang tidak difungsikan agar kembali digunakan oleh anak-anak untuk kegiatan belajar mengajar.

"Kita akan bantu untuk mengecat ruangan kelas yang lama agar bisa dimanfaatkan kembali," kata dia.

Baca juga: Pemulihan pendidikan pascabencana Sulteng butuh Rp200 miliar
Baca juga: Lumpur banjir timbun sekolah di Mamuju

Kembali Pada Hakikat Honor

Pewarta: Marius Frisson Yewun
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar