counter

Ustadz Abdul Somad nyatakan banyak belajar dari ulama Minangkabau

Ustadz Abdul Somad nyatakan banyak belajar dari ulama Minangkabau

USTADZ ABDUL SOMAD TAUSYIAH MAULID DI ACEH Ustadz Abdul Somad memberikan tausyiah saat zikir akbar di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Minggu (25/11/2018) malam.Tausyiah dan zikir akbar di Masjid Raya Baiturrahman tersebut dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriyah. ANTARA FOTO/Ampelsa/hp. (ANTARA FOTO/AMPELSA)

Orang Minang adalah beragama Muslim. Semoga ke depannya akan senantiasa lahir tokoh dan ulama besar dari tanah Minang seperti Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi
Oleh Syahrul Rahmat dan Etri Saputra

Batusangkar, Sumbar (ANTARA) - Ustadz Abdul Somad (UAS) mengaku banyak belajar dari ulama Minangkabau yang telah dikenal hingga ke mancanegara.

"Orang Minang adalah beragama Muslim. Semoga ke depannya akan senantiasa lahir tokoh dan ulama besar dari tanah Minang seperti Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi," katanya di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (2/3) malam.

UAS berada di Batusangkar untuk memberikan tausiah kepada masyarakat dalam rangka tiga tahun syukuran kepemimpinan pasangan Bupati Irdinansyah Tarmizi dan Wakil Bupati, Zuldafri Darma dalam memimpin Tanah Datar. 

Sebelumnya Bupati Kabupaten Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi mengatakan merasa terharu atas kedatangan UAS. 

Meski dalam keadaan kurang sehat UAS masih menyempatkan datang ke Tanah Datar.

"Saya terharu, dalam keadaan sedang tidak enak badan UAS akhirnya bisa menyempatkan diri untuk berceramah di hadapan kita bersama," katanya. 

Karena itu, ia menyampakan terima kasih kehadiran UAS yang memberikan tausiah kepada masyarakat daerah itu. 

Pada bagian lain, UAS juga menyatakan bahwa warga Tanah Datar harus bangga sebagai "Luak Nan Tuo" karena memiliki nilai sejarah tinggi yang dikenal dengan kerajaan Minangkabau yang berada di Pagaruyung. 

"Yang pada masanya sebagai kerajaan terkuat, bahkan banyak mengirimkan wakilnya ke daerah di luar Minangkabau untuk menjadi raja di waktu itu," katanya.

Ia mengatakan, menjadi orang Tanah Datar adalah menjadi orang yang tua, karena dia menjadi asal muasal bagi kerajaan lain dulu di Tanah Melayu. 

Orang Tanah Datar, menurut dia, tidak menjadi sultan di kampung halamannya, tetapi di negeri orang lain mempunyai kekuasaan. 

"Oleh sebab itu menjadi orang Tanah Datar adalah suatu kebanggaan, orangnya yang beradat dan bersuku, sehingga turunannya itu dulu mencari asal-usulnya ke Tanah Datar ini," katanya.

UAS juga merasa tersanjung kehadirannya ke Batusangkar disambut dengan antusias masyarakat Tanah Datar. 

Baca juga: Pusat Kajian Mazhab Syafi'i di Padang Pariaman diresmikan ustadz Abdul Somad

Baca juga: Tanah Datar gunakan tanggal hijriah dalam surat resmi

Baca juga: Pemkab Pasaman Barat-Sumbar hadirkan ustadz Abdul Somad berikan tausiyah

Baca juga: Tanah Datar tuan rumah perkemahan pesantren internasional

Mahasiswa Prancis belajar Islam di pesantren Deli Serdang

Pewarta: Syahrul Rahmat dan Etri Saputra
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar