counter

Bersama Kemenko PMK, BPOM sosialisasi pangan aman dan asupan gizi di Klaten

Bersama Kemenko PMK, BPOM sosialisasi pangan aman dan asupan gizi di Klaten

Menko PMK Puan Maharani didampingi Kepala BPOM Penny K Lukito memberikan keterangan pers usai Peringatan Hari Gizi Nasional di Klaten, Jumat (1/3/2019) (Budi Santoso)

Jakarta (ANTARA News) -- Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) yang jatuh pada tanggal 25 Januari 2019, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pangan aman dan asupan gizi kepada masyarakat di Klaten, Jawa Tengah, Jumat (01/03).

Menko PMK Puan Maharani menyampaikan, pangan menjadi fondasi untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas dan handal.

“Untuk membangun SDM yang berkualitas, perhatian khusus perlu diberikan pada SDM masa depan terlebih dulu, yaitu anak Indonesia yang harus sehat dan cerdas,” ujar Menko PMK Puan Maharani.

Puan melanjutkan, sebagai langkah utama dan terpenting untuk membangun SDM adalah memastikan pemenuhan asupan pangan yang aman dan bergizi pada anak sejak dalam kandungan.

Sementara itu, Kepala BPOM Penny K. Lukito, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk proaktif melakukan sosialisasi dan edukasi seputar makanan dan obat-obatan yang aman dan berkualitas guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat.

“Acara ini diadakan untuk meningkatkan derajat kesehatan Indonesia melalui pemahaman masyarakat akan peningkatan asupan gizi dan kesadaran mengonsumsi obat dan pangan yang aman,” kata Kepala BPOM Penny K. Lukito.

Berdasarkan pada visi BPOM RI yaitu “Obat dan Makanan Aman Meningkatkan Kesehatan Masyarakat dan Daya Saing Bangsa”, Penny bersama BPOM turut mendukung capaian pembangunan manusia melalui pengawasan obat dan makanan. Dukungan yang diberikan melalui jaminan obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan dan pangan yang aman.

“Hal ini dapat dicapai dengan adanya asupan pangan yang aman, sehingga foodborne disease (penyakit akibat pangan yang tidak aman) dapat diturunkan. Obat yang aman dan berkhasiat digunakan untuk penyembuhan, sementara obat tradisional atau jamu yang aman dan bermutu dikonsumsi untuk memelihara kesehatan,” jelas Penny.

Dalam mengontrol asupan pangan yang aman, BPOM telah melakukan intervensi keamanan pada Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di berbagai Sekolah Dasar (SD). Di wilayah Klaten, dilakukan di SD IT Annajah dan SD Kristagracia.

BPOM terus melaksanakan sosialisasi, Komunikasi Informasi Edukasi (KIE), penyuluhan, dan pemberian informasi di berbagai kesempatan untuk memastikan masyarakat Indonesia hanya mengonsumsi produk yang aman, bermanfaat, dan bermutu.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenko PMK Wadahi Para Jawara

Komentar