750 tenaga guru dikontrak Pemkab Biak-Papua

750 tenaga guru dikontrak Pemkab Biak-Papua

Pendidikan Di Keerom Papua Murid SD Inpres Yowong di Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom bermain kelereng saat senggang di Papua, Selasa (2/5/2017). SD tersebut terdiri dari lima ruangan yakni empat ruang kelas dan satu ruang guru dengan jumlah murid 29 orang yang diajar 12 guru PNS dan kontrak. (ANTARA FOTO/Indrayadi TH)

Dari total 750 tenaga yang akan diterima menjadi guru kontrak akan disebar ke sekolah-sekolah yang berada di pinggiran kota
Biak, Papua (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua pada tahun 2019 akan mengontrak sebanyak 750 tenaga guru mata pelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar mengajar siswa di berbagai sekolah jenjang pendidikan.

"Proses rekruitmen tenaga guru kontrak sudah dilakukan Dinas Pendidikan, hasilnya segera diumumkan bagi tenaga guru yang dinyatakan lulus seleksi," ujar Pelaksana Tugas Bupati Biak Herry Ario Naap di Bia, Senin.

Ia mengakui proses seleksi tenaga guru diselenggarakan Dinas Pendidikan meliputi tes akademik dan tes kemampuan kompetensi mengajar.

Dari ratusan peserta yang mengikuti tes penerimaan tenaga guru kontrak, menurut Herry Naap, ada peserta seleksi tidak memenuhi syarat penilaian paedagogik atau di bawah standar.

"Kemampuan mengajar guru dari aspek paedagogik sangat penting sebab ia akan menjadikan anak-anak Biak Numfor dapat menjadi cerdas, pintar dan berkarakter, "ujarnya.

Ia menyebutkan dari total 750 tenaga yang akan diterima menjadi guru kontrak akan disebar ke sekolah-sekolah yang berada di pinggiran kota.

Dari data dinas pendidikan menyebutkan, sejumlah sekolah di luar kota Biak hingga saat ini masih sangat kurang untuk mengajar di berbagai jenjang pendidikan.

"Pada Desember 2018 Pemkab Biak Numfor sudah mengontrak 50 tenaga guru untuk sisa 700 tenaga guru kontrak sementara masih menunggu laporan dari Dinas Pendidikan," ujarnya.

Berdasarkan data sejumlah sekolah dasar dan SMP di berbagai kampung hingga tahun pelajaran 2018/2019 masih terdapat kekurangan guru kelas dan guru mata pelajaran.

Baca juga: Legislator Biak tuntut penyelesaian honor guru kontrak

Pewarta: Muhsidin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BMKG: dua kabupaten di Papua potensi gempa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar