Tulung Agung awali rangkaian Pekan Budaya Nasional

Tulung Agung awali rangkaian Pekan Budaya Nasional

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid saat memberikan keterangan pers mengenai kegiatan Direktorat Kebudayaan di Gedung Stovia, Jakarta, Kamis (17/1/2019). (Aubrey Fanani/Antara)

Kabupaten Tulung Agung telah mengawali rangkaian Pekan Budaya Nasional dengan menyelenggarakan "Kemah Kebangsaan" yang telah berlangsung pada Sabtu-Minggu (23-24 Februari 2019).

“Kegiatan ini sebagai bukti bahwa masyarakat begitu antusias terhadapa kebudayaan  Indonesia. Pekan budaya yang menyinggung tren revolusi industri 4.0 itu diikuti tak kurang dari 300 partisipan dari berbagai kota dan beragam profesi, dan latar belakang budaya serta lintas keyakinan,” kata Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid melalui siaran pers di Jakarta, Senin.

Dalam kegiatan tersebut membahas isu kebangsaan dan merumuskan strategi kebudayaan nasional. Disisi lain ada pula festival permainan tradisional anak serta penanaman pohon di Desa Junjung, Boyolangu.

“Kami berharap ke depan kegiatan tersebut dapat memupuk semangat kebangsaan yang tidak boleh jatuh pada chauvinisme dan eksklusivisme,” kata dia.

Hilmar mengatakan Pekan Budaya Indonesia tak jauh beda dengan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi agar berdampak lebih luas dan adanya ruang interaksi budaya yang baik serta memberi akses terhadap ruang-ruang publik.

Pekan Budaya Nasional adalah salah satu dari resolusi serta amanah Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud akan menggelar Pekan Kebudayaan Indonesia 2019. 

Hilmar mengatakan alasan tercetusnya kegiatan Pekan Budaya Nasional karena melihat kondisi saat ini banyaknya festival kebudayaan, namun masih dirasa kurang solid.

 Sehingga adanya Pekan Kebudayaan Nasional nanti diharapkan bisa mempersatukan acara-acara kebudayaan yang sudah ada.

“Harapan kami dengan kegiatan tersebut dapat berjenjang dari desa hingga pusat yang terdiri atas kompetisi daerah, kompetisi nasional, konferensi pemajuan kebudayaan, ekshibisi, dan pergelaran karya budaya yang bertujuan membuka ruang interaksi budaya dalam rangka pelestarian budaya Indonesia,” kata dia.*


Baca juga: Pekan Budaya Nasional pertama akan digelar di Jakarta

Baca juga: Permainan tradisional akan dipertandingkan di Pekan Budaya Nasional


 

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Memajukan budaya melalui ruang interaksi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar