counter

Empat pasar tradisional di Kota Malang disulap jadi pasar ber-SNI

Empat pasar tradisional di Kota Malang disulap jadi pasar ber-SNI

Pasar tradisional Oro-Oro Dowo yang menjadi percontohan pasar ber-SNI di Kota Malang, Jawa Timur. (Endang Sukarelawati)

Untuk menjadikan pasar di Kota Malang sesuai dengan SNI, Dinas Perdagangan juga akan membangun beberapa fasilitas umum bagi para pembeli ataupun pedagang, seperti ruangan khusus untuk ibu menyusui (ruang laktasi), ruang kesehatan dan ventilasi udara
Malang (ANTARA) - Sedikitnya empat pasar tradisional di Kota Malang, Jawa Timur,  disulap menjadi pasar yang lebih modern dan memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) pada 2019 seperti beberapa pasar yang sudah direvitalisasi.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto di Malang, Selasa, mengatakan bahwa empat pasar yang akan direvitalisasi dan disulap menjadi lebih modern sesuai SNI itu adalah Pasar Kasin, Pasar Mergan, Pasar Sukun, dan Pasar Sawojajar.

"Empat pasar yang menjadi fokus  SNI itu pembangunannya menggunakan anggaran yang berbeda. Untuk Pasar Sukun dan Sawojajar menggunakan dana APBD Kota Malang masing-masing Rp6 miliar dan Rp3,5 miliar. Sedangkan Pasar Mergan dan Pasar Kasin menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) masing-masing Rp2,4 miliar dan Rp600 juta," kata Wahyu.

Selama proses pembangunan, kata Wahyu, para pedagang akan direlokasi dan dibuatkan lapak sementara seperti pada saat pembangunan Pasar Klojen beberapa waktu lalu. Misalnya, di Pasar Sukun, para pedagang akan ditempatkan di depan Makam Sukun.

Saat ini, lanjutnya, pembangunan Pasar Sukun sudah dalam proses. bangunan pasar tersebut akan dirobohkan dan dilakukan penataan ulang sesuai rencana detail (DED) yang ditetapkan. Sedangkan untuk Pasar Kasin akan dibangun atap baru dengan dana Rp600 Juta.

Ia mengatakan di Pasar Kasin ini banyak pedagang yang mengeluh kalau hujan atapnya sering bocor. "Untuk itu kami akan membangun atap baru sesuai SNI," ucapnya.

Untuk menjadikan pasar di Kota Malang sesuai dengan SNI, Dinas Perdagangan juga akan membangun beberapa fasilitas umum bagi para pembeli ataupun pedagang, seperti ruangan khusus untuk ibu menyusui (ruang laktasi), ruang kesehatan, dan ventilasi udara yang memadai.

Dalam waktu dekat, Dinas Perdagangan juga akan memperbaiki kekurangan yang ada di beberapa pasar tradisional, sebab masih ada beberapa pasar yang belum ada fasilitas penunjangnya sesuai SNI, termasuk pengelolaan saluran air yang lebih baik agar tidak becek ketika hujan turun.

Menurut Wahyu, seluruh pasar tradisional di Kota Malang yang berjumlah 27 lokasi itu akan direvitalisasi secara bertahap. Setelah Pasar Kasin, Sukun, Mergan, dan Pasar Sawojajar, selanjutnya adalah Pasar Kebalen dan Pasar Kedungkandang yang akan direvitalisasi.

"Yang pasti revitalisasi pasar-pasar tradisional akan kami lakukan bertahap sesuai SNI. Mudah-mudahan secepatnya bisa tuntas, sehingga pasar tradisional di kota ini lebih bersih, nyaman dan aman," paparnya.


 

Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemprov Jabar akan revitalisasi dan bangun pasar kreatif

Komentar