Ratusan bibit bunga "Bangkai" dihasilkan LIPI di Kebun Raya Cibodas

Ratusan bibit bunga "Bangkai" dihasilkan LIPI di Kebun Raya Cibodas

Bunga Bangkai mekar. (Foto Pensosbud KJRI Toronto)

Kalau untuk Amorphophallus titanum saya kira Kebun Raya Cibodas punya spesimen paling banyak. Di pembibitan sudah ada ratusan bibit hasil perbanyakan dari biji,
Cianjur, Bogor (ANTARA) - Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jawa Barat dan Lembaga Ilmu Pengetah uan Indonesia (LIPI)sudah melakukan pembibitan hingga ratusan bibit dari biji pada tanaman langka Bunga Bangkai (Amorphophallus titanum) sejak 2016.

"Kalau untuk Amorphophallus titanum saya kira Kebun Raya Cibodas punya spesimen paling banyak. Di pembibitan sudah ada ratusan bibit hasil perbanyakan dari biji," kata peneliti Bungai Bangkai Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas  dari LIPI Destri, Cibodas, Cianjur, Selasa.

Amorphophallus titanum merupakan tanaman endemik Pulau Sumatera. Ia menyebutkan dulu pernah ada Amorphophallus titanum yang mekar di Kebun Raya Liwa di Sumatera.

Di Kebun Raya Cibodas, ada jenis Bunga Bangkai lain yang dipelihara termasuk Amorphohallus asper, Amorphohallus muellerii, Amorphohallus spectabilis dan Amorphohallus decus-silvae.

"Ada juga yang dibawa dari Sumatera Selatan tapi belum pernah berbunga, jadi belum ketahuan jenisnya," lanjutnya.

Salah satu koleksi bunga bangkai (Amorphophallus titanum Becc) di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas-LIPI telah mekar pada Senin (4/3) dini hari dengan tinggi 281 centimeter dan lebar sepata 124,4 centimeter.

Menurut dia, upaya pelestarian Bunga Bangkai harus terus dilakukan untuk menjaga keberadaan spesies itu di Tanah Air.

"Keberadaan jenis ini di Kebun Raya Cibodas sangat penting bagi upaya pelestarian, penelitian dan pengetahuan masyarakat luas," ujarnya.

Baca juga: Peneliti imbau pengunjung bijak perlakukan bunga bangkai

Baca juga: Bunga bangkai kembali mekar di Kebun Raya Cibodas LIPI

Baca juga: Perburuan liar ancam keberadaan Bunga Bangkai

 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kilas NusAntara Pagi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar