counter

PEM Akamigas gandeng Australia kembangkan SDM bidang energi

PEM Akamigas gandeng Australia kembangkan SDM bidang energi

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) IGN Wiratmaja Puja di Jakarta,  Selasa telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan pengembangan SDM Australia. (Afut Nusyirwan)

Jakarta (ANTARA) - Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas menandatangani kesepakatan dengan Direktur Global Labour Solution Pty Ltd Australia Linda Reeves mengenai Kerja Sama Pengembangan Sumber Daya Manusia Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.


Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) IGN Wiratmaja Puja di Jakarta, Selasa telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tersebut.


“Kementerian ESDM melalui Akamigas memang bercita-cita untuk go international, semoga kerja sama ini berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi bangsa,” ujar Wiratmaja.

Ditandatanganinya MoU ini memberikan kesempatan magang bagi 20 orang mahasiswa dan alumni Akamigas selama 3 bulan pada perusahaan minyak dan gas bumi di Australia. Program magang tersebut dapat diperpanjang hingga 2 tahun apabila lolos seleksi dari perusahaan tempatnya magang.

Baik BPSDM ESDM maupun Global Labour Solution akan bekerja sama dalam bidang pengembangan SDM sektor ESDM, yang meliputi pendidikan, pelatihan, pemagangan, pemanfaatan fasilitas sarana dan prasarana SDM, serta pemanfaatan tenaga ahli masing-masing pihak.

Tujuannya agar dapat meningkatkan kompetensi dan menyiapkan sumber daya manusia yang handal dan profesional di sektor ESDM.

Penandatanganan kerja sama hari ini juga dihadiri oleh Direktur Kerja Sama Penanaman Modal Luar Negeri BKPM Fajar Usman, Director of IIPC Sydney BKPM Sri Moertiningroem, Atase Perdagangan KBRI Canberra Agung, dan Direktur PEM Akamigas, Perry Burhan. 
 

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bea cukai kembalikan sembilan kontainer sampah asal Australia

Komentar