counter

Menristekdikti resmikan 12 gedung baru milik Universitas Lambung Mangkurat

Menristekdikti resmikan 12 gedung baru milik Universitas Lambung Mangkurat

Menristekdikti Prof Mohamad Nasir meresmikan 12 gedung baru di Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin, Rabu (6/3/2019). (ANTARA/firman)

Banjarmasin (ANTARA) - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti)  Mohamad Nasir di Banjarmasin, Rabu,  meresmikan 12 gedung baru milik Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

"Adanya gedung-gedung baru ini peningkatannya luar biasa. Bahkan dua kali lipat dari bangunan sebelumnya, yakni seluas 29 ribu meter persegi," katanya.

Nasir berharap, seiring kemajuan yang dimiliki, Universitas Lambung Mangkurat bisa terus meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga dapat menunjukkan diri sebagai perguruan tinggi unggul yang terkemuka dan berdaya saing.

"ULM harus berkontribusi meningkatkan sumber daya manusia yang ada di Kalsel. Karena masyarakat Kalsel harus mengeyam pendidikan yang berkualitas," tuturnya.

Secara khusus Nasir juga mengapresiasi Rektor ULM Prof Sutarto Hadi yang telah bekerja keras memajukan universitas kebanggaan masyarakat Banua Kalimantan Selatan tersebut. 

"Dari yang dulunya hanya 4 program studi terakreditasi A, sekarang sudah 21 prodi akreditasi A. Sungguh kerja keras luar bisa yang dicapai rektor. Kemudian juga 43 guru besar dan jumlahnya terus bertambah signifikan," ucapnya.

Gedung-gedung menjadi wajah baru ULM itu, yakni Gedung Dekanat FKIP, Laboratorium IPS FKIP, Labotorium MIPA FKIP, Fakultas Hukum, gedung FISIP, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Lecture Theater Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan General Building (Library, Student Activity Centre, Lecture Theater). Sedangkan di kampus Banjarbaru ada Auditorium dan Sport Center. 

Sementara itu Sutarto Hadi mengatakan, kehadiran 12 gedung baru dan 1 infrastruktur hasil dana dari Islamic Development Bank (IDB) merupakan satu kemajuan signifikan.

"Kami berharap  proses pembelajaran semakin bagus dan akreditasi meningkat. Mohon doa dalam satu dua hari, kita menunggu hasil akreditasi institusi perguruan tinggi semoga meraih A," jelasnya.

Ke depannya, Sutarto berkomitmen jika universitas yang dipimpinnya berupaya menyiapkan pendidikan yang semakin bagus untuk masyarakat Kalimantan Selatan sebagaimana harapan Menristekdikti.

Acara seremonial peresmian  dipusatkan di General Building Library. Menristekdikti bersama Rektor ULM  memukul beduk menandai diresmikannya 12 gedung baru dan satu infrastruktur di ULM.

Kemudian Menristekdikti juga menandatangani prasasti seluruh gedung baru tersebut. Rektor ULM memberikan penghargaan khusus kepada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan yang telah melakukan pengawalan dan pendampingan dalam pelaksanaan proyek agar sesuai aturan dan tak melanggar hukum.

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin  hanya sempat mengikuti acara jalan sehat bersama Menristekdikti yang mengawali peresmian di pagi harinya.

 Dalam kesempatan itu Menristekdikti juga melakukan Kuliah Umum di General Building Student Activity Center serta dilanjutkan Dialog Publik di Lecture Theater Building dengan tema "Pembangunan, Inovasi dan Sumber Daya Lokal".

Pengembangan infrastruktur untuk kemajuan ULM bisa terlaksana berkat suntikan dana dari Islamic Development Bank (IDB) dalam program seven in one 7in1 yang berhasil diraih ULM bersama enam perguruan tinggi lain, yakni Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Universitas Tanjungpura (Untan), dan Universitas Syiah Kuala (Unsyah).

Yang membanggakan lagi, ULM menjadi peraih dana terbesar, yakni mencapai Rp500 miliar, di mana Rp384 miliar untuk pembangunan fisik gedung dan Rp60 miliar perlengkapan peralatannya termasuk berbagai kegiatan lain untuk pengembangan dan pelatihan staf dan dosen, riset unggulan, revitalisasi kurikulum hingga pengabdian masyarakat.




 

100 Prodi kekinian menyambut Revolusi Industri 4.0

Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar