IIBF 2019 akan diselenggarakan pada September

IIBF 2019 akan diselenggarakan pada September

Ketua IIBF Djadja Subagdja (Antara/Aubrey Fanani)

Jakarta (ANTARA) - Pameran buku Indonesia berskala internasional yaitu Indonesia International Book Fair (IIBF) 2019 akan diselenggarakan pada 4-9 September 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Pameran tersebut akan mempertemukan para penerbit, distributor, penulis dan juga pembaca dalam satu tempat, kata ketua panitia IIBF Djadja Subagdja saat ditemui di peluncuran IIBF di Jakarta, Rabu.

"IIBF akan diisi oleh penerbit lokal dan penerbit mancanegara, sehari sebelum diresmikan, sudah ada lima penerbit dari luar negeri yang mendaftar," kata Djaja.

Dalam IIBF diharapkan banyak terjadi transaksi jual beli, baik langsung ke tangan pembaca atau pun ke tangan penerbit mancanegara.

"Kita harap nanti akan terjadi jual-beli hak cipta melebihi tahun lalu," kata dia.

Dia mengatakan lewat IIBF, para penerbit yang tidak memiliki akses untuk ke luar negeri mempromosikan buku-bukunya, dapat memperkenalkan produk-produknya lewat pameran tersebut.

Tidak hanya mewadahi penerbit besar saja, IIBF juga mengajak penerbit-penerbit daerah untuk bergabung dalam pameran tersebut.

Mereka dapat menitipkan buku-buku mereka kepada Ikatan Penerbit Indonesia yang ada di daerah masing-masing untuk dibawa ke IIBF.

"Mereka tidak dipungut bayaran. Para penerbit juga tidak harus anggota IKAPI, semua boleh berpartisipasi," kata dia.

Pada IIBF 2018 ada sekitar 130 judul buku Indonesia yang diminati oleh penerbit luar, namun transaksi terjadi untuk 20 judul buku.

Menurut dia, untuk sampai ke transaksi hak cipta memang tidak sederhana, buku tersebut harus ditelaah kembali oleh editor penerbit tersebut, baru diputuskan untuk dibeli hak ciptanya atau tidak.

Namun beberapa buku yang menjadi best seller di Indonesia biasanya akan langsung dibeli oleh penerbit luar.

Kebanyakan buku yang diminati adalah buku anak dan buku resep makanan Indonesia. Sementara pembaca lokal Indonesia lebih suka buku-buku fiksi, terutama novel remaja.

Melalui kegiatan tersebut, IIBF berharap dapat mempromosikan literasi kepada masyarakat.

"Agar masyarakat mencintai buku, dan para penulis semakin tergerak untuk membuat karya," kata dia.


Baca juga: Buku anak dan resep masakan Indonesia diminati penerbit mancanegara

Baca juga: IIBF 2019 targetkan 150 ribu pengunjung


 

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mengunjungi IIBF surga bagi pecinta buku

Komentar