Banjir bandang landa 10 kecamatan di Trenggalek

Banjir bandang landa 10 kecamatan di Trenggalek

Sejumlah warga melintas di ruas jalan perkampungan yang terendam banjir bandang di Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (7/3/2019). Hujan deras selama tujuh jam yang terjadi di wilayah itu pada Rabu (6/3/2019) sore telah menyebabkan Sungai Ngasinan meluap yang memicu banjir bandang dan tanah longsor di lebih dari 15 desa di10 kecamatan. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

Siang ini kami pastikan logistik bantuan, terutama kebutuhan pangan untuk warga yang rumahnya terendam mulai tersalurkan
Trenggalek, Jatim (ANTARA) - Bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda belasan desa di 10 kecamatan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur akibat hujan deras selama tujuh jam yang memicu luapan air beberapa anak sungai di daerah itu sejak Rabu (6/3) malam hingga Kamis.

Belum ada laporan korban jiwa. Namun ratusan rumah terendam banjir hingga ketinggian 1,5 meter dan beberapa ruas jalan terputus.

"Pendataan (dampak kerusakan) sampai saat ini masih terus dilakukan. Tapi pantauan terakhir ada di 10 kecamatan," kata Plt Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin dikonfirmasi di sela penyaluran bantuan makanan ke rumah-rumah warga terdampak banjir.

Informasi BPBD setempat, 10 kecamatan yang terdampak bencana banjir dan longsor tersebar di Kecamatan Trenggalek, Pogalan, Tugu, Panggul, Suruh, Bendungan, Karangan, Dongko, Pule dan Munjungan.

Kondisi terparah terpantau di wilayah kota atau Kecamatan Trenggalek, Pogalan dan Panggul.

Air bah yang menerjang akibat luapan Sungai Ngasinan menyebabkan pemukiman warga di Kelurahan Kelutan, Desa Ngadirenggo, Wonocoyo, Ngrayung, Ngetal dan Bendorejo terendam air hingga kedalaman satu meter lebih.

Pada Rabu (6/3) malam, debit air bah yang datang bahkan menyebabkan beberapa ruas jalan nasional terputus.

Tim SAR gabungan bahkan harus mengevakuasi sejumlah warga seperti orang tua atau manula, wanita hamil dan balita ke tempat yang aman.

"Siang ini kami pastikan logistik bantuan, terutama kebutuhan pangan untuk warga yang rumahnya terendam mulai tersalurkan," kata M Nur Arifin atau biasa disapa Mas Ipin.

Di Kecamatan Panggul, Ipin menyatakan bahwa banjir sudah mulai surut pada Kamis siang. Demikian juga di wilayah Kota Trenggalek maupun Pogalan.

Debit air berangsur turun sehingga warga kembali ke rumah masing-masing dan mulai melakukan pembersihan.

Diperkirakan, banjir lanjutan masih akan terjadi dan melanda pemukiman di desa-desa yang berada di sekitar jalur Sungai Ngasinan hingga Parit Agung menuju muara Bendung Niyama di wilayah Kecamatan Besuki, Tulungagung. 

Baca juga: Angin puting beliung rusak sejumlah rumah warga di Trenggalek
Baca juga: Trenggalek latih warga pesisir menjadi kader tanggap tsunami
Baca juga: Sembilan rumah rusak akibat tanah longsor di Trenggalek

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPBD Pekalongan Siaga Bencana Banjir Rob

Komentar