counter

Gubernur Khofifah naik perahu karet tinjau banjir Madiun

Gubernur Khofifah naik perahu karet tinjau  banjir Madiun

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Desa Jeruk Gulung menggunakan perahu karet melihat dari dekat perkampungan warga yang terdampak banjir, Kamis (7/3). (Foto Fiqih Arfani)

Saya dan Bupati Madiun bersama melihat bagaimana kondisi di sini dan berkoordinasi untuk menyelesaikan masalah
Madiun (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir menggunakan perahu karet di kawasan Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, untuk memastikan kondisi warga setempat, Kamis.

“Saya dan Bupati Madiun bersama melihat bagaimana kondisi di sini dan berkoordinasi untuk menyelesaikan masalah,” ujar Khofifah di sela meninjau banjir di sejumlah desa di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut pertama kali mengunjungi balai Desa Garon untuk berdialog dengan ratusan pengungsi yang tempat tinggalnya terdampak banjir.

“Ibu sudah sejak kapan di sini? Yang sabar ya buk, semoga banjirnya cepat surut,” ucapnya kepada salah seorang wanita yang mengungsi di balai Desa Garon.

Di tempat tersebut, Khofifah juga memberikan sejumlah paket bantuan sembako dari Pemprov Jatim untuk keperluan warga sehari-hari.

Didampingi Kepala Pelaksana BPBD Jatim Suban Wahyudianto, Khofifah menyempatkan berkunjung ke Desa Jeruk Gulung untuk melihat dari dekat perkampungan warga yang terdampak banjir yang tingginya lebih dari satu meter.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menggunakan perahu karet dan berkunjung ke Pondok Pesantren Wisma Wisnu yang terdampak banjir dengan jumlah santri mencapai ribuan.

Dari sana, Khofifah mengecek langsung tanggul di Sungai Jeroan dan terakhir ke kantor Kecamatan Balerejo yang dijadikan posko pengungsi.

Di posko, Gubernur memberikan bantuan paket sembako, meninjau dapur umum hingga mendengarkan paparan dari BPBD setempat tentang kondisi terakhir bencana banjir.

Sebelumnya, Bupati Madiun Ahmad Dawami menetapkan status darurat bencana banjir menyusul kejadian banjir yang melanda wilayah setempat sejak Selasa (5/3) malam.

Status darurat bencana banjir ditetapkan mulai tanggal 6-19 Maret 2019 tertuang dalam surat keputusan yang ditandatangani Bupati pada Rabu (6/3). 

Baca juga: BPBD Kota Madiun bantu korban banjir di Kabupaten Madiun
Baca juga: Bupati Madiun tetapkan status darurat banjir
Baca juga: Petugas gabungan BPBD Madiun evakuasi warga terjebak banjir


Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar