Jawa Tengah percaya diri pamerkan produk UKM ke Rusia dan Turki

Jawa Tengah percaya diri pamerkan produk UKM ke Rusia dan Turki

Illustrasi: Penjaga stan menata busana pada pameran produk UMKM "Gelanggang Dagang" Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) di Semarang, Jawa Tengah (ANTARA FOTO/R. REKOTOMO)

Semua daerah di Jateng yang memiliki gunung, ada kopi, maka saya tagih, mana kopimu...
Semarang (ANTARA) - Jawa Tengah makin percaya diri setelah mendapat pembeli potensial di pameran di luar negeri, sehingga tahun ini bakal kembali mengikuti memamerkan produk-produk usaha kecil dan menengah (UKM) berkualitas ke Rusia dan Turki.

"Kami memilih mengikuti pameran di Moskow, Rusia pada 1 Agustus 2019 dan di Izmir, Turki pada 6-15 September 2019," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat.

Pemerintah provinsi (pemprov) Jateng, kata dia,  sebenarnya mendapatkan undangan untuk mengikuti tiga pameran tingkat internasional di Rusia, Turki, dan Spanyol, namun karena tahun ini anggarannya hanya untuk dua kegiatan, maka dipilihlah dua dari tiga negara.

Ganjar menjelaskan pihaknya memilih mengikuti pameran di Rusia karena negara yang bersangkutan sangat tertarik terhadap produk-produk UKM dari Jateng.

Politikus PDI Perjuangan itu mengaku sudah melakukan korespondensi untuk menawarkan produk-produk UKM yang akan dipamerkan.

"Jadi daftar produk, harga, jumlah, dan kapasitas, dibuat dan minta bantuan Dubes di Rusia untuk menawarkan ke sana," ujarnya.

Terkait dengan pameran di Turki, lanjut Ganjar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng juga diminta melakukan korespondensi aktif sekaligus membuat daftar produk untuk dikirim melalui Dubes Turki di Indonesia.

Mengenai produk-produk UKM yang akan dipamerkan maupun dijual, Ganjar menegaskan bahwa tekstil dari Semarang dan sekitarnya maupun wilayah Solo Raya sudah juara.

Demikian pula untuk produk perkebunan berupa kopi dan teh, Pemprov Jateng ikut mendorong agar produk dari UKM itu bisa mendunia melalui pameran di Rusia serta Turki.

"Semua daerah di Jateng yang memiliki gunung, ada kopi, maka saya tagih, mana kopimu, mana kacangmu. Termasuk pariwisata juga kami promosikan karena fokus kami lebih pada Trade, Tourism and Investment. Di Turki dan Moskow akan kami sisipi promo destinasi wisata," katanya.

Ganjar juga meminta Disperindag Jateng membuat desain kaos bergambar destinasi wisata di Jateng misalnya Candi Borobudur dengan desain unik dan menarik serta kata-kata promosi destinasi wisata di Jateng yang menggunakan bahasa Rusia dan Turki.

Kepala Disperindag Jateng Arif Sambodo menambahkan catatan sukses pada pameran di Moskow pada 2017 adalah Yuam Roasted Coffee mendapatkan potensi pembelian untuk produk kopi robusta, kopi arabica, dan kopi luwak sebesar 246.000 dolar AS atau sekitar Rp321 juta.

PT Gunanusa Mandiri mendapat potensi pembelian untuk produk kacang tanah, mete, almond sebesar 222.000 dolar AS  atau sekitar Rp2,9 miliar. Kemudian, PT Victoria Care Indonesia mendapatkan potensi pembelian untuk produk spa minyak zaitun, minyak esensial, sabun dan perlengkapan spa lainnya sebesar 324.000 dolar AS atau sekitar Rp4,3 miliar.

"Hingga saat ini, seluruh peserta masih melakukan kontak dagang dengan para buyer dengan sistem B to B. Realisasinya sampai 2018 terus mengalami peningkatan jumlah transaksi," ujarnya.

Baca juga: Promosi pariwisata, bus Wonderful Indonesia berkeliling di jalan utama Berlin

Baca juga: Tol Ngawi-Kertosono dibuka kembali setelah banjir surut, kecepatan dibatasi

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenperin gelar pameran produk IKM Sumatera Selatan

Komentar