Kementerian ESDM bangun PJU terangi jalan1.500 kilometer

Kementerian ESDM bangun PJU terangi jalan1.500 kilometer

Ilustrasi - Sejumlah instalasi lampu tenaga Surya (solar panel), dipasang di kawasan pelabuhan Jepara Desa Ujungbatu, Jepara, Jawa Tengah, Minggu (9/12/2018). Penggunaan lampu tenaga surya untuk membantu penerangan saat kapal bersandar pada malam hari tersebut selain lebih hemat biaya juga ramah lingkungan. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/ama. (ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) telah membangun penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS) di 30.000 titik yang menerangi jalan sepanjang 1.500 kilometer di 200 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang dibiayai oleh APBN Kementerian ESDM dalam kurun tiga tahun terakhir (2016-2018).

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Sutijastoto didampingi Dirjen Ketenagalistrikan, Rida Mulyana, di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa  untuk  2019, Kementerian ESDM menargetkan tambahan PJU-TS di 21.000 titik untuk menerangi jalan sepanjang 1.000 km.

"Pemerintah daerah masih bisa mengusulkan pembangunan PJ-TS di daerah mereka untuk 2019," ujar Sutijastoto.

Menurut Sutijastoto, dengan penerangan dari PJU-TS ini akan menambah perekonomian kota menjadi lebih bergairah. "Semaksimal mungkin kami upayakan (PJU-TS) untuk menerangi listrik di jalan raya. Penerangan merupakan salah satu kebutuhan masyarakat untuk kesejahteraan. Oleh karena itu kita bantu, meski kecil tapi penerangannya cukup bagus," jelasnya.

Dirjen Ketenagalistrikan turut menambahkan, PJU-TS ini juga merupakan bentuk pengelolaan uang rakyat kembali ke rakyat. "Ini (PJU-TS) adalah upaya menciptakan energi yang cukup, handal dan terjangkau. Bayangkan begitu panjangnya setara sejauh Anyer ke Panarukan dibangun penerangan. Unsur keamanan masyarakat pun jadi meningkat, juga membantu Pemda mengurangi tagihan ke PLN. PJU-TS ini sangat membantu," ungkap Rida.

PJU-TS adalah lampu penerangan jalan yang menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi listriknya dan terintegrasi dengan baterai. Lampu PJU-TS ini sangat cocok digunakan untuk jalan-jalan di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh listrik PLN dan juga daerah-daerah yang mengalami krisis energi listrik terutama di daerah terpencil karena sifatnya yang stand alone.

PJU-TS juga dapat diaplikasikan di daerah perkotaan seperti di kawasan jalan utama, jalan kawasan perumahan, Kawasan industri, dan fasilitas umum lainnya. Khusus untuk tahun anggaran 2018, Kementerian ESDM melaksanakan pemasangan PJU-TS di 26 Provinsi dan 167 Kabupaten/Kota dengan jumlah PJU-TS sebanyak 21.839 titik.

Sutijastoto menuturkan, selain PJU-TS, Kementerian ESDM juga memberikan solusi penerangan dan energi listrik yang diberikan secara gratis dan difokuskan bagi perdesaan yang terisolir dan sulit dijangkau jaringan PLN melalui program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).

"Untuk LTSHE capaiannya di 2017 sudah terpasang bagi 79.556 KK (5 provinsi), dan 2018 ini ada tambahan 172.996 KK (16 provinsi). Target 2019 akan ada lagi sekitar 100.000 unit LTSHE yang akan dibagikan bagi masyarakat yang belum berlistrik di 22 provinsi," kata Sutijastoto.
 

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Program bantuan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi dialihkan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar