counter

Status KLB demam berdarah di Kupang-NTT resmi dicabut

Status KLB demam berdarah di Kupang-NTT resmi dicabut

Seorang anak sukarelawan Palang Merah Indonesia (PMI) mencampurkan obat pembunuh jentik nyamuk (abate) dalam bak mandi salah satu warga saat melakukan aksi sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk di kelurahan Cawang, Jakarta, Minggu (13/9). (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

Status KLB DBD secara resmi telah kami cabut mulai Jumat (8/3) karena kasus DBD yang menyerang masyarakat Kota Kupang sudah semakin menurun
Kupang (ANTARA) - Wali Kota Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jefri Riwu Kore, mengatakan telah mencabut status kasus luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) yang telah menunjukan penurunan signifikan.

"Status KLB DBD secara resmi telah kami cabut mulai Jumat (8/3) karena kasus DBD yang menyerang masyarakat Kota Kupang sudah semakin menurun. Penurunan kasus DBD sudah sangat signifikan," kata Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore kepada wartawan di Kupang, Jumat.

Pemerintah Kota Kupang secara resmi menetapkan status kasus KLB DBD sejak 26 Januari 2019 dan telah mengakibatkan 530 orang menjadi korban DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti.

Penurunan kasus DBD, katanya, terjadi setelah pemerintah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi kasus DBD seperti mengelar kegiatan fogging di berbagai tempat yang memiliki kasus DBD, abatisasi dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Ia mengatakan, pencabutan status KLB DBD dilakukan setelah melalui proses evaluasi dilakukan Dinas Kesehatan Kota Kupang bahwa kasus DBD mulai menurun.

"Sebelum kami mencabut status KLB DBD dilakukan evaluasi terhadap kasus DBD yang terjadi dan ternyata menunjukan penurunan sehingga diputuskan untuk dicabut," katanya.

Kendati status KPL dicabut namun pemerintah terus mendorong masyarakat untuk melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui pola 3M plus yang dilakukan secara berkelanjutan dalam mencegah terjadinya serangan penyakit DBD.

"Kami berharap masyarakat untuk tetap aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal agar kasus DBD tidak lagi terjadi di daerah ini," katanya.

Jefri juga mendorong agar pemberdayaan juru pemantau jentik (jumantik) yang ada disetiap rumah tangga untuk lebih aktif dalam upaya melakukan pemberantasan sarang nyamuk dalam lingkungan keluarga guna mengantisipasi terjadinya serangan nyamuk DBD. 

Baca juga: Sempat KLB, kasus DBD di Kota Kupang-NTT terus menurun

Baca juga: Meningkat tajam, DBD di Kota Kupang-NTT capai 305 kasus

Aksi dukung dan tolak rekapitulasi suara KPU di kota Medan

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar