counter

Kementerian ESDM: Harga jual gas melalui jargas lebih murah dari LPG

Kementerian ESDM: Harga jual gas melalui jargas lebih murah dari LPG

Illustrasi: Wakil Kepala SKK Migas Sukandar (kedua kiri) dan Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin (tengah) menggoreng telur di salah satu rumah warga di sela-sela peresmian jaringan gas bumi untuk rumah tangga di Mangunharjo, Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (5/3/2019). )ANTARA FOTO/Moch Asim)

Harga jual gas yang baru ini untuk konsumen RT-1 dan PK-1 sangat terjangkau
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menetapkan harga jual gas pada jaringan gas (jargas) untuk konsumen Rumah Tangga -1 (RT-1) dan Pelanggan Kecil -1 (PK-1) pada tujuh kota/kabupaten lebih murah dari LPG.

Harga gas pada jaringan gas di wilayah lainnya akan menyesuaikan, kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Jumat.

"Harga jual gas yang baru ini untuk konsumen RT-1 dan PK-1 sangat terjangkau. Bahkan lebih murah dibandingkan jika membeli tabung LPG 3 kg," katanya.

Agung merinci harga jual gas konsumen rumah tangga pada jaringan pipa distribusi untuk RT-1 dan PK-1 dipatok maksimal Rp4.250 per meter kubik untuk tujuh wilayah, antara lain:

a. Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (4.260 SR)

b. Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan (5.182 SR)

c. Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (5.560 SR)

d. Kabupaten Serang, Banten (5.043 SR)

e. Kabupaten Aceh Utara, Aceh (3.928 SR)

f. Kota Lhokseumawe, Aceh (5.997 SR)

g. Kota Medan, Sumatera Utara (25.390 SR)

Jika dibandingkan, harga jual gas untuk wilayah tersebut di atas lebih murah dibanding harga pasar gas LPG 3 kg yang berkisar Rp5.013 hingga Rp6.266 per meter kubik.

"Ini akan bisa menciptakan keseimbangan antara badan usaha yang wajar, kemampuan daya beli masyarakat serta usaha kecil," jelas Agung.

Sementara itu, Komite BPH Migas Juki Prajogjo menyampaikan harga jual gas pada jaringan gas di kabupaten/kota yang telah lebih dulu ditetapkan kini relatif sama. Evaluasi harga pun dilakukan secara berkala, paling lama dua tahun sekali.

"Sekarang, harga jual gas melalui jargas sudah relatif sama di kabupaten/kota. Dulu ada yang harganya masih Rp2.000-an per meter kubik, tetapi itu membuat badan usaha kesulitan menambah sambungan rumah tangga," ujarannya.

Penetapan harga jual gas pada jargas untuk RT dan PK ditentukan melalui mekanisme Rapat Komite, survei daya beli masyarakat, public hearing, dan Sidang Komite BPH Migas sesuai ketentuan Peraturan BPH Migas No. 22/P/BPH Migas/VII/2011 pada Senin (25/2) lalu.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah juga telah menetapkan harga jual gas untuk golongan RT-2 dan PK-2 sebesar Rp6.250 per meter kubik. Harga ini pun lebih murah dibandingkan harga pasar gas elpiji 12 kg, yaitu sekitar Rp9.085 - Rp11.278.

Sebagai informasi, kategori konsumen Rumah Tangga 1 (RT-1) meliputi rumah susun, rumah sederhana, rumah sangat sederhana dan sejenisnya. Sedangkan, Pelanggan Kecil 1 (PK-1) meliputi rumah sakit Pemerintah, puskesmas, panti asuhan, tempat ibadah, lembaga pendidikan Pemerintah, lembaga keagamaan, kantor Pemerintah, lembaga sosial dan sejenisnya. Semantara itu, kategori RT-2 meliputi rumah menengah ke atas, rumah mewah, apartemen dan sejenisnya. Untuk PK-2 terdiri hotel, restoran/rumah makan, rumah sakit, swasta, perkantoran swasta, lembaga pendidikan swasta, pertokoan/ruko/rukan/pasar/mall/swalayan dan kegiatan komersial sejenisnya.

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komisi VII DPR Tinjau Jargas di Batam

Komentar