counter

Padma Indonesia: Januari-Maret 27 pekerja migran asal NTT meninggal

Padma Indonesia:  Januari-Maret 27 pekerja migran asal NTT meninggal

Wakil Indonesia untuk Komisi Hak Asasi Manusia Antar Pemerintah ASEAN (AICHR) Dinna Wisnu (kiri) didampingi perwakilan Organisasi Internasional yang menangani migran (IOM) Among Resi memberikan keterangan pers tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO jelang Dialog Publik dan Pelatihan Pendekatan Berbasis HAM Untuk Implementasi Konvensi ASEAN Melawan TPPO Khusus Perempuan dan Anak-Anak di Kupang, NTT, Minggu (14/10/2018). AICHR menyoroti kasus TPPO di NTT karena jumlah kasus tersebut di NTT terus meningkat setiap tahun, dan sejak periode Januari-Juli 2018 sebanyak 25 kasus TPPO dengan 37 korban sudah ditangani oleh Polda NTT. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/ama

Sampai hari ini, jumlah pekerja migran Indonesia asal NTT yang pulang dalam rupa jenazah sebanyak 25 jenazah. Dua jenazah lainnya masih di Malaysia
Kupang (ANTARA) - Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia mencatat, selama Januari hingga awal Maret 2019 ini, sudah 27 orang pekerja migran Indonesia  asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal dunia.

"Sampai hari ini, jumlah pekerja migran Indonesia asal NTT yang pulang dalam rupa jenazah sebanyak 25 jenazah. Dua jenazah lainnya masih di Malaysia," kata Direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia, Gabriel Goa kepada Antara melalui pesan singkat di Kupang, Jumat.

Dia mengatakan, Padma Indonesia, pada Jumat (8/3) telah menerima berita yang menyebutkan satu lagi pekerja migran asal provinsi berbasis kepulauan itu meninggal dunia.

Pekerja atas nama Leonardus Bedin Lolan itu meninggal di Kota Kinabalu Malaysia.

Leonardus Bedin Lolan adalah warga Desa Tanah Lein, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, yang meninggal karena sakit, kata Gabriel Goa.

Menurut dia, saat ini terdapat dua jenazah asal daerah itu yang masih di Malaysia, termasuk jenazah pekerja migran Fransiskus Bethan asal Solor, Flores Timur.

Jenazah Fransiskus Bethan ini masih berada di Malaysia dan belum bisa dipulangkan ke kampung halamannya di Pulau Solor, Flores Timur karena tidak ada biaya.

Karena itu, dia meminta Pemerintah Kabupaten Flores Timur untuk membantu kepulangan dua jenazah untuk dimakamkan di daerah asal.

"Pemerintah harus bisa membantu kepulangan jenazah PMI, karena keluarga tidak memiliki biaya untuk ongkos kepulangan," kata Gabriel Goa. 

Baca juga: BP3TKI NTT Hentikan Rekomendasi Pengiriman TKI Malaysia

Baca juga: Sebagian besar TKI asal NTT yang meninggal ilegal

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polisi gagalkan aksi pengiriman 12 Pmi ilegal

Komentar