counter

Kepala BNPT imbau mahasiswa bijak manfaatkan teknologi komunikasi

Kepala BNPT imbau mahasiswa bijak manfaatkan teknologi komunikasi

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius berbicara di hadapan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, Rejang Lebong, Bengkulu, Jumat (08/03/2019). Ia mengimbau kalangan mahasiswa untuk bersikap bijak dalam memanfaatkan teknologi komunikasi. (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) -  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengimbau kalangan mahasiswa untuk bersikap bijak dalam memanfaatkan teknologi komunikasi.

Berbicara di hadapan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, Rejang Lebong, Bengkulu, Jumat (08/03), Kepala BNPT mengingatkan bahwa di samping memiliki dampak positif, kemajuan teknologi informasi juga membawa dampak negatif.

"Perhatikan lingkungan kalian, saat lagi makan siang, yang dekat jadi jauh, yang jauh jadi dekat. Semuanya  memegang handphone, interaksi langsung dengan orang yang dekat menjadi hal yang langka. Anak muda jadi individualis," kata Suhardi dikutip dari siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, sikap asyik dengan diri sendiri dan mengabaikan lingkungan sekitar dalam skala lebih luas bukan tidak mungkin berdampak pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Rasa persaudaraan dan nasionalisme bisa saja tergerus.

Selain itu, berkembangnya sarana komunikasi yang berhubungan dengan internet pun membawa persoalan tersendiri. Konten-konten negatif membanjiri situs-situs web dan juga media sosial.

"Konten hoaks, kekerasan, pornografi bahkan penyebaran paham-paham radikal ada di internet. Tidak sedikit orang-orang yang dicuci otaknya hanya melalui internet, kemampuan kita memfilter yang menentukan," kata mantan Kabareskrim Polri ini.

Bahkan, lanjut dia, untuk belajar agama tidak sedikit yang memilih mencari materi di internet daripada belajar langsung kepada orang-orang yang memang menguasai ilmu agama. 

"Sehingga malah banyak yang terjebak  pada ajaran yang salah dan menyesatkan," ungkap mantan Kapolda Jawa Barat ini.

Oleh karena itu, mantan Sekretaris Utama Lemhannas ini menekankan pentingnya filterisasi dalam berinternet, mengingat internet saat ini tidak hanya berisi hal-hal baik, tetapi juga hal buruk.

Ia pun berpesan kepada mahasiswa IAIN Bengkulu untuk mendalami ajaran Islam moderat dan turut menyebarkannya ke masyarakat, terutama mereka yang nantinya menjadi tenaga pendidik.

Baca juga: Kepala BNPT ingatkan peran perguruan tinggi siapkan generasi muda
 

Pewarta: Sigit Pinardi
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BNPT jadikan Jabar percontohan kontraradikalisme

Komentar