Kulon Progo harapkan sinergitas pengelolaan Nglinggo-De Loano

Kulon Progo harapkan sinergitas pengelolaan Nglinggo-De Loano

Puncak Kebun Teh Nglinggo di Watu Jaran Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (ANTARA) - Kelompok Sadar Wisata Dewa Lingga, Desa Nglinggo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan sinergitas antara Kebun Teh Nglinggo dengan kawaasan glamourous camping De Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Ketua Pokdarwis Dewa Lingga Teguh Kumoro di Kulon Progo, Minggu, mengatakan lokasi Glamping De Loano di hutan pinus wilayah Kabupaten Purworejo itu berjarak sangat dekat dengan destinasi wisata Puncak Nglinggo dan Tritis di wilayah Kecamatan Samigaluh.

Pintu utama masuk Glamping De Loano berada di Kawasan Kebun Teh Nglinggo, sehingga perlu adanya sinergitas yang menguntungkan.

"Glamping De Loano dikelola oleh Badan Otorita Borobudur. Satu-satunya akses menuju lokasi perkemahan menggunakan jalan milik Kulon Progo di Nglinggo, sehingga kami berharap ada kerja sama yang menguntungkan," kata Teguh.

Ia mengatakan keberadaan Glamping De Loano sangat dilematis, di sisi lain dapat mematikan usaha wisata di kawasan Kebun Teh Nglinggo dan Tritis yang dikembangkan masyarakat, di sisi lain bisa juga mendongkrak kunjungan wisata.

Ia mengaku Pokdarwis Dewa Lingga iri dengan Glamping De Loano karena mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata. Menurut dia, Glamping De Loano bisa berkembang lebih pesat karena disokong kepastian anggaran lebih besar. Termasuk juga pengembangan atraksi wisatanya meski sekarang baru ada arena kemah saja.

Hal itu tentu saja berbeda dengan Nglinggo yang basis pengelolaannya hanya swadaya masyarakat serta terbatas menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.

"Tanpa sinergi itu, glamping justru berpotensi menjadi ancaman. Kami berharap BOB bisa semakin memajukan Nglinggo-Tritis, jangan sampai malah mati suri. Artinya, BOB harus melihat hutan pinus dan kebun teh dalam satu paket," harapnya.

Saat ini, Nglinggo sudah punya beberapa paket wisata edukasi seperti memetik daun teh dan biji kopi, memanen nira, hingga wisata offroad yang telah dibikin pengelola wisata Nglinggo beserta masyarakat setempat. Bahkan, masyarakat Nglinggo sebetulnya juga sudah lebih dulu memanfaatkan area hutan pinus itu untuk jalur wisata offroad dan kini cukup banyak peminatnya.

"Nglinggo mungkin kalah dari segi lokasi namun kita sudah punya paket wisata edukasi," kata Teguh.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Niken Probo Laras mengatakan sangat tidak mungkin glamping hanya berupa perkemahan saja melainkan juga butuh atraksi pendukung dan bisa didapatkan di kawasan Nglinggo-Tritis.

"Paket wisata bersama bisa dikembangkan agar sama-sama membawa manfaat bagi semua pihak. Sehingga, tidak ada persaingan melainkan saling mendukung," katanya. 

Pewarta: Sutarmi
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ajarkan anak mencintai budaya dan warisan daerah

Komentar