Medan (ANTARA) - Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan kegiatan Drag Race dan Drag Bike dilaksanakan sebagai wujud tindakan pencegahan terhadap aksi balapan liar yang dapat membahayakan nyawa pengendara.

"Potensi yang dimiliki para drag race dan drag bike harus diangkat, serta dikembangkan tanpa harus melakukan upaya-upaya melanggar hukum," kata Dadang, dalam sambutannya ketika membuka Kejuaraan Drag Race dan Drag Bike di Sirkuit NP Jalan Selamat Ketaren Medan, Minggu.

Kejuaraan tersebut, menurut dia, merupakan suatu acara yang sangat luar biasa karena hal ini berawal dari inisiatif.

"Rekan-rekan yang memiliki hobi di bidang otomotif, dan dilakukan sebagai wujud dari kesadaran untuk menyelesaikan suatu permasalahan tentang adanya balapan liar yang seringkali terjadi di wilayah hukum Polrestabes Medan," ujar Dadang.

Ia menyebutkan, Polrestabes Medan melakukan kerja sama untuk menyalurkan berbagai hobi, talenta sehingga menjadi suatu kegiatan yang positif, bahkan mungkin memberikan dampak yang luas bagi seluruh masyarakat.

"Pada hari ini penyaluran bakat dan talenta dilakukan secara positif, serta diikuti beberapa peserta dari luar daerah. Kami berharap melalui kejuaraan ini berbagai potensi yang dimiliki akan dapat kita gali kemudian, akan menemukan bibit-bibit unggul yang baik," ucap dia.

Dadang menjelaskan, hal ini merupakan langkah positif untuk membangun kecintaan kepada otomotif dan dapat disalurkan sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Peserta Drag Race dan Drag Bike diikuti berbagai daerah yakni Sumut, Bandung (Onyes), dan Lampung (Nako Ramano).
Peserta terdiri dari 135 Drag Race dan 350 started Drag Bike.***3***

Pewarta: Munawar Mandailing
Editor: Teguh Handoko
Copyright © ANTARA 2019