Pelindo minta Kemenhub revisi rencana induk Pelabuhan Gili Mas Lombok

Pelindo minta Kemenhub revisi rencana induk Pelabuhan Gili Mas Lombok

Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Gili Mas di Kecamatan Lembar, Lombok Barat, NTB, Rabu (21/11/2018). PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) membangun pelabuhan "Gili Mas New Port" di Pulau Lombok yang bisa disandari kapal-kapal generasi ketiga dengan kapasitas besar dan ditargetkan rampung serta bisa beroperasi pada Mei 2019. (ANTARA/Ahmad Subaidi)

Progres pembangunan secara keseluruhan sudah 60 persen. Target selesai pembangunan sampai akhir 2019, sedangkan target operasi 2020
Mataram (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merevisi rencana induk Pelabuhan Gili Mas di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, agar sesuai dengan koordinat yang dibangun untuk dermaga.

"RIP (rencana induk pelabuhan) dari Kemenhub yang sudah ada kami minta dilakukan peninjauan kembali karena ada perubahan pada posisi koordinat dermaga," kata General Manager Pelindo III Cabang Lembar Erry Ardiyanto usai mengikuti upacara pelepasan peserta Ekspedisi Laskar Nusa 2019 di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Senin.

Ia mengatakan peninjauan kembali RIP Gili Mas sudah dilakukan pada 25 Februari 2019.

Berita acaranya juga sudah ada dan tinggal menunggu RIP yang sudah ditinjau ulang dari Kemenhub.

"Kami masih menunggu penetapan peninjauan kembali RIP tersebut dari Kemenhub," ujar Erry.

Sambil menunggu, kata dia, proses pembangunan tetap berjalan. Saat ini proses pembangunan dermaga dan reklamasi sudah 65 persen. Tinggal pembangunan infrastruktur, seperti bangunan terminal penumpang dan fasilitas penunjang lainnya.

"Progres pembangunan secara keseluruhan sudah 60 persen. Target selesai pembangunan sampai akhir 2019, sedangkan target operasi 2020," ucapnya pula.

Mengenai persoalan lahan, menurut Erry, sudah tidak ada masalah. Total 100 hektare lahan yang dibutuhkan sudah rampung pembebasannya, tinggal menunggu proses penyelesaian pembuatan sertifikat tanah dari Badan Pertanahan Nasional.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan perangkat desa untuk memberikan edukasi kepada warga bahwa Pelabuhan Gili Mas merupakan milik dan kebanggan warga NTB.

"Kami berharap pembangunannya selesai sesuai perencanaan sehingga warga NTB memiliki terminal kapal laut termegah kedua setelah Bali," katanya.

Erry menjelaskan proyek pembangunan Pelabuhan Gili Mas yang akan menelan biaya lebih dari Rp1 triliun tersebut sebagai bentuk komitmen Pelindo dalam pengembangan fasilitas kepelabuhanan di NTB, khususnya Pelabuhan Lembar, yaitu pembangunan terminal kapal pesiar dan peti kemas.

Pembangunan infrastruktur pelabuhan tersebut juga dilatarbelakangi Pulau Lombok, NTB, sebagai salah satu daerah tujuan wisata, sehingga salah satu programnya adalah kegiatan pesiar melalui kapal laut (kapal pesiar).

Ia menambahkan pengerjaan desain dan pembangunan dermaga kapal pesiar dan dermaga peti kemas dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero), sebagai salah satu badan usaha milik negara.

Dermaga Pelabuhan Gili Mas akan didesain dengan kedalaman mencapai 14 meter LWS (di bawah permukaan air).

"Dengan kedalaman tersebut akan memungkinkan kapal pesiar bisa sandar sehingga wisatawan bisa langsung turun di dermaga tanpa harus menggunakan sekoci seperti yang selama ini terjadi," katanya.

Baca juga: Pembangunan dermaga Gili Mas Lombok segera dimulai
Baca juga: Pelindo III siap sambut kedatangan 153 kapal pesiar


 

Pewarta: Awaludin
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelabuhan Gili Mas Lombok resmi beroperasi

Komentar