Bandara Ilaga Puncak Papua kembali beroperasi pascapesawat tergelincir

Bandara Ilaga Puncak Papua kembali beroperasi pascapesawat tergelincir

Pesawat yang tergelincir di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Senin (12/3/2019). (Dokumen Otoritas Bandara Wilayah X).

Pesawat yang mengangkut 1.247 kilogram barang campuran serta uang tunai sebesar Rp4 miliar milik Bank Papua ini mengalami kerusakan serius
Wamena, Papua (ANTARA) - Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah X Usman Effendi memastikan Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, kembali beroperasi setelah sempat ditutup sementara pascapesawat milik PT Dabi Air Nusantara tergelincir, Senin pagi.

Usman di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin, mengaku belum bisa memastikan penyebab pesawat kargo tersebut tergelincir.

"Kondisi runway di sana (Bandara Ilaga) baik. Saya juga sempat di sana (Bandara Ilaga) selama 20 menit, barulah melaporkan ke Jakarta. Kita adalah penerbangan keempat yang mendarat setelah pesawat itu tergelincir. Ini pesawat (milik PT Dabi Air Nusantara) carteran untuk kargo," katanya.

Akibat tergelincir di landasan pacu Bandara Ilaga, pesawat yang mengangkut 1.247 kilogram barang campuran serta uang tunai sebesar Rp4 miliar milik Bank Papua ini mengalami kerusakan serius.

"Pesawat mengalami kerusakan parah seperti propeller-nya patah, baling-balingnya patah. Tetapi, semua logistik yang dibawa dalam keadaan aman dan telah diamankan oleh petugas bandara," katanya.

Ia mengatakan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menuju Puncak Papua pada Selasa (12/3/2019) untuk memastikan penyebab pesawat tersebut tergelincir.

"Dugaan sementara kemungkinan adalah perhitungan, hanya saja kita belum bisa mengambil kesimpulan karena nanti ada tim KNKT yang akan turun untuk mempelajari masalah di sana," katanya.

Pesawat itu berangkat dari Kabupaten Mimika pada pukul 06.21 WIT menuju Ilaga, Kabupaten Puncak dan mendarat pada pukul 06.51 WIT.

Baca juga: Pesawat Dabi Air tergelincir di Ilaga Papua
Baca juga: Besok, Menko Luhut gelar rapat soal pesawat Boeing 737-8 Max

 

Pewarta: Marius Frisson Yewun
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar