counter

Karding: bebasnya Siti Aisyah wujud perlindungan pemerintah

Karding: bebasnya Siti Aisyah wujud perlindungan pemerintah

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding (Antaranews/Riza Harahap)

Jakarta (ANTARA) - Bebasnya Siti Aisyah dari tududuhan membunuh Kim Jong nam, keluarga Pemimpin Korea Utara Kim Jong un, merupakan wujud perlindungan pemerintah terhadap warga negara Indonesia yang menjadi pekerja migran di luar negeri.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, mengatakan hal itu di Jakarta, Selasa.

Menurut Karding, bebasnya pekerja migran Indonesia, Siti Aisyah dari proses hukum di Malaysia, menunjukkan komitmen yang serius dari Pemerintah Indonesia untuk menjaga dan melindungi warga negaranya yang bekerja di luar negeri.

Sejak Siti Aisyah ditangkap oleh Kepolisian Malaysia dengan tuduhan melakukan pembunuhan terhadap Kim Jong nam pada 2017, menurut Karding, Presiden Joko Widodo, memberikan perhatian serius serta memerintahkan pejabat terkait untuk membebaskan Siti Aisyah.

"Siti Aisyah sesuai dengan pengakuannya tidak berniat membunuh Kom Jong nam, ia hanya dijebak untuk seolah-olah mengikuti suatu acara  di bandara di Malaysia," katanya.

Anggota Komisi III DPR RI menjelaskan, salah satu usaha serius Presiden Jokowi dalam pembebasan Aisyah adalah, saat ia bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia, Mahatir Mohammad, di Istana Bogor, pada 29 Juni 2018, Jokowi meminta Mahatir untuk melindungi para pekerja migran Indonesia di Malaysia.

"Bukan hanya bersungguh-sungguh dalam memberikan jaminan perlindungan hukum bagi pekerja migran, Pak Jokowi juga memikirkan bagaimana kesejahteraan para pekerja migran di luar negeri dan keluarganya terjamin," kata Karding.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, Presiden Jokowi juga memikirkan bagiamana pendidikan anak-anak pekerja migran yang ditinggal orang tuanya bekerja di luar negeri.

Karding mencontohkan, Presiden Jokowi mendorong pembentukan pusat pembelajaran masyarakat atau "community learning center" di Malaysia, diperluas.

Presiden Jokowi, kata dia, juga terus mendorong upaya penciptaan lapangan kerja di Tanah Air agar jumlah pekerja migran di Indonesia semakin berkurang jumlahnya. "Presiden ingin memastikan anak-anak bisa tetap mendapat perhatian dan kasih sayang yang utuh dari orang tuanya," katanya.

Karding menegaskan, pembebasan Siti Aisyah menunjukkan bahwa Negara Indonesia yang dipimpin Presiden Joko Widodo selalu hadir dalam menyelesaikan persoalan-persoalan rakyat di manapun berada, termasuk buruh migran di luar negeri.

Baca juga: Menlu: Pertemuan Siti dengan Presiden permintaan keluarga

Baca juga: Presiden apresiasi pembebasan Siti Aisyah dari hukuman di Malaysia

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Eddy K Sinoel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar