counter

Debat Capres

YLKI dorong capres perhatikan pengendalian tembakau

YLKI dorong capres perhatikan pengendalian tembakau

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. (ANTARA/Dewanto Samodro)

Dunia internasional sudah menyorot pengendalian tembakau di Indonesia. Sangat aneh kalau calon pemimpin Indonesia tidak berani mengendalikan tembakau.
Jakarta (ANTARA) - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mendorong pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengangkat isu pengendalian tembakau dalam debat dan kampanyenya.

"Siapa pun yang terpilih, kalau tidak memperhatikan pengendalian sebagai salah satu aspek dalam kesehatan masyarakat, akan menjadi kiamat bagi Indonesia," kata Tulus dalam jumpa media yang diadakan Indonesia Institute for Social Development (IISD) di Jakarta, Selasa.

Tulus menilai pada masa kampanye, kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden lebih mengambil sikap populis dalam menyikapi isu pengendalian tembakau.

Namun, khusus Joko Widodo yang sedang menjabat sebagai presiden, Tulus menilai kepemimpinannya semasa menjabat sudah bisa menjadi catatan.

"Di era Presiden Jokowi, kebijakan pengendalian tembakau mengalami kemunduran. Indikasinya adalah Riset Kesehatan Dasar 2018, prevalensi merokok meningkat, prevalensi penyakit yang salah satu sebabnya dari perilaku merokok juga meningkat," tuturnya.

Tulus mengatakan Jokowi sebagai presiden terlalu fokus pada pembangunan infrastruktur daripada pembangunan manusia, termasuk di dalamnya pengendalian tembakau untuk kesehatan masyarakat.

"Dia berjanji pada periode kedua akan fokus pada pembangunan sumber daya manusia. Omong kosong kalau mau membangun sumber daya manusia tetapi tidak mengendalikan tembakau," katanya.

Sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga, Tulus menilai juga belum berani berbicara tentang isu pengendalian tembakau. Prabowo-Sandiaga terkesan berhati-hati menanggapi isu pengendalian tembakau.

"Wakil Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Universitas Indonesia Abdillah Ahsan mengatakan dua pasangan capres-cawapres menjadi pembela industri tembakau. Kalau saya menduga, jangan-jangan malah dua-duanya sudah dicukongi oleh industri tembakau," katanya.

Menurut Tulus, tudingannya itu diberikan karena kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden terkesan tidak berani menyampaikan dukungannya secara tegas terhadap pengendalian tembakau.

"Dunia internasional sudah menyorot pengendalian tembakau di Indonesia. Sangat aneh kalau calon pemimpin Indonesia tidak berani mengendalikan tembakau," ujarnya. (*)

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar