counter

BPBD NTT imbau masyarakat waspadai cuaca ekstrem

BPBD NTT imbau masyarakat waspadai cuaca ekstrem

Ilustrasi petugas BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) menunjuk peta sebaran awan dan potensi hujan hasil penginderaan Satelit Palapa C2.DOK (Foto/ANTARA/dok) (.)

Imbauan itu menyusul prakiraan cuaca yang menyebutkan dalam beberapa hari ke depan wilayah itu masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem
Kupang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur  mengimbau masyarakat daerah itu, untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor.

"Imbauan itu menyusul prakiraan cuaca yang menyebutkan  dalam beberapa hari ke depan  wilayah itu masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur  (NTT), Thomas Bangke, di Kupang, Selasa.

Dalam dua pekan terakhir ini, sejumlah wilayah di NTT dilanda angin puting beliung, dan menyebabkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan.

"Kami mengimbau masyarakat yang menetap di daerah pesisir pantai maupun hilir sungai untuk tatap waspada terhadap berbagai perubahan cuaca ekstrem, yang berpotensi menimbulkan bencana alam," katanya.

Selain itu, BPBD Provinsi NTT juga meminta pemerintah kabupaten untuk tetap mengaktifkan posko bencana.

Keberadaan posko bencana ini penting, untuk memantau berbagai kejadian alam yang berdampak pada bencana, terutama di daerah lereng perbukitan dan pesisir pantai.

Apabila terjadi bencana, agar segera dilakukakn upaya penangan darurat terhadap setiap korban bencana alam di masing-masing daerah.

"Pemerintah kabupaten/kota juga perlu secara cepat melaporkan kepada Pemerintah Provinsi NTT melaui Posko Bencana BPBD NTT," kata Thomas Bangke.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun EL Tari, Bambang Santiajid secara terpisah mengingatkan, potensi bencana hidrometeorologi masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

"Kondisi ini disebabkan Madden-Julian Oscillation (MJO), diprakirakan mulai bergerak merambat ke wilayah timur, memasuki wilayah Indonesia," katanya

"Pada 8-18 Maret 2019, Madden-Julian Oscillation (MJO) yang tumbuh dan berkembang di Samudera Hindia, sejak beberapa hari lalu memberikan dampak berupa peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat. Saat ini, MJO diprakirakan mulai bergerak merambat ke wilayah timur memasuki wilayah Indonesia," katanya.

Dia mengatakan, pada periode 8-14 Maret 2019, diprakirakan potensi hujan deras akan terkonsentrasi di sebagian wilayah pulau Jawa dan wilayah Indonesia tengah dan timur.

Wilayah-wilayah itu antara lain, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah,
Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat.

.Pada periode yang sama, kata dia, diprediksikan akan terdapat beberapa sirkulasi siklonik, dan daerah konvergensi yang juga dapat meningkatkan potensi curah hujan, meski cenderung memiliki waktu kejadian yang relatif lebih singkat.



 

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kabut asap di Riau bukan kiriman provinsi lain

Komentar