Marsha Timothy pernah dibuat tak sabar gara-gara casting

Marsha Timothy pernah dibuat tak sabar gara-gara casting

Selebiriti Marsha Timothy di Jakarta, Selasa (12/3/2019). (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)

Jakarta (ANTARA) - Berkali-kali tampil di layar lebar, bahkan mendapatkan penghargaan di bidang film, bukan jaminan bagi selebiriti Marsha Timothy untum mendapatkan peran tanpa melalui casting.

Sang aktris mengaku pernah harus menanti berbulan-bulan untuk mendapatkan kepastian lolos tidaknya casting.

Hal ini terjadi dalam pra syuting film "Bebas" karya Riri Riza dan Mira Lesmana.

"Datang casting beberapa kali, Mas Riri memang begitu (lama). Enggak sabaran juga. Aku sampai nyuruh asisten nanya sudah belum (kepastian)," ujar Marsha di Jakarta, Selasa.

Dia belum bersedia membeberkan perannya dalam karya terbaru dari Miles Films yang merupakan adaptasi dari film Korea "Sunny" itu. Dia hanya berani bilang bahwa film itu mewakili dua generasi yakni 90-an dan masa kini.

Selain Marsha, masih ada sederet selebiriti lainnya yang terlibat dalam film "Bebas" yakni Amanda Rawles, Baim Wong, Maizura, Sheryl Sheinafia, Agatha Pricilla, Zulfa Maharani, Luthesha, dan Syifa Hadju.

Lalu ada juga Baskara Mahendra, Susan Bachtiar, Indy Barends, Widi Mulia, Baim Wong. Giorgino, Brandon Salim dan Kevin Ardilova.

Sarah Sechan, Tika Panggabean dan Jefri Nichol rencananya akan tampil khusus dalam film yang skenarionya dibuat oleh Mira Lesmana itu.

"Aku senang bisa terlibat setelah beberapa tahun bisa di film lagi. Aku rasa ini dunia baru untukku dan aku bersyukur," kata Sheryl dalam kesempatan yang sama.

Di sisi lain, Susan Bactiar juga mengungkapkan hal senada. Dia optimistis film yang rencananya tayang akhir tahun 2019 itu bagus.

"Saya fans Mira Lesmana, Riri Riza. Saya tahu film mereka bagus. Film "Sunny" merupakan salah satu film hits di Korea dan saya sudah menontonnya," tutur dia.

Baca juga: Mira Lesmana-Riri Riza buat versi Indonesia Film Korea "Sunny"

Baca juga: Christine Hakim belajar Indonesia lebih dalam lewat film sejarah

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar