11 varietas lokal di Lebak terdaftar di Kementan

11 varietas lokal di Lebak terdaftar di Kementan

Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi menerima kunjungan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten, Sudi Mardianto,

"Kami berharap petani dengan terdaftarnya varietas lokal itu tentu lebih termotivasi untuk meningkatkan produksi maupun kualitas sehingga memiliki nilai jual tinggi
Lebak (ANTARA) - Sebanyak 11 varietas lokal di Kabupaten Lebak, Banten, terdaftar di Kementerian Pertanian setelah diterbitkan melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP).

"Kami menyerahkan dokumen tanda daftar varietas tanaman yang diterbitkan PPVTPP," kata Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten, Sudi Mardianto, di Lebak, Selasa.

Ke- 11 varietas lokal itu antara lain dua jenis varietas durian Sangkanwangi 1 dan Sangkanwangi 2. Sedangkan, sembilan varietas lainya yakni padi jenis Pare Bunar, Tambleg, Pare Sereh Kanekes, Pare Sereh Kerta, Padi Konjal, Padi Beureum Batu, Padi Seungkeu, Padi Caok dan Padi Gadog. Dengan penyerahan varietas lokal itu tentu dilindungi juga terdaftar di Kementan, katanya.

Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi kepada petani Lebak karena mampu memproduksi 11 varietas lokal.
Keberhasilan petani itu tentu dapat ditingkatkan kualitas produk sehingga memiliki daya saing pasar.

"Kami berharap petani dengan terdaftarnya varietas lokal itu tentu lebih termotivasi untuk meningkatkan produksi maupun kualitas sehingga memiliki nilai jual tinggi," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Dede Supriatna mengatakan varietas lokal itu dikembangkan di lahan darat baik durian maupun padi. Sebab, kesembilan varietas itu padi huma dengan masa panen antara empat sampai enam bulan.

"Saya kira penerbitan melalui PPVTPP memiliki kekuatan hukum yang kuat dan terlindungi menjadi kekayaan Lebak," katanya menjelaskan.

Dede mengatakan selama ini, potensi kekayaan varietas padi lokal sangat unik dan spesifik yang dibudidayakan petani Lebak. Bahkan, dalam waktu dekat juga sebanyak 23 varietas padi lokal dapat terdaftarkan di Kementan.

Manfaat varietas padi lokal yang terdaftar di PPVTPP terlindungi secara hukum dan tidak bisa diambil hak paten oleh petani luar Lebak.
Pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Banten untuk melaksanakan identifikasi dan karakterisasi untuk mengetahui jenis varietas padi lokal.

Keberhasilan varietas benih lokal Kabupaten Lebak yang sudah bersertifikasi nasional tentu tidak lepas peran kerja keras BPTP sebagai pendamping.
"Keberhasilan varietas padi lokal yang terdaftar di Kementan akan diserahkan kepada Bupati Lebak," katanya.
 

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kereta api jurusan Merak - Rangkasbitung masih layani penumpang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar