counter

Debat Capres

BPN sebut ketahanan keluarga untuk lindungi anak

BPN sebut ketahanan keluarga untuk lindungi anak

Koordinator Juru Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno Ledia Hanifa Amaliah dalam kajian visi dan misi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang diadakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta, Rabu (13/3/2019). (ANTARA/Dewanto Samodro)

Bonus demografi yang disebut-sebut Indonesia peroleh pada 2035, bisa menjadi bencana bila kualitas anak-anak saat ini tidak baik,
Jakarta (ANTARA) - Koordinator Juru Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno Ledia Hanifa Amaliah mengatakan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang dia usung akan fokus pada penguatan ketahanan keluarga untuk melindungi anak Indonesia.

"Banyak persoalan anak di Indonesia bersumber dari kerentanan keluarga," kata Ledia dalam kajian visi dan misi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang diadakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta, Rabu.

Ledia mengatakan, beberapa keluarga memiliki ketahanan yang tidak kuat, salah satunya karena mengalami kemiskinan dan pemiskinan sehingga penghambat tumbuh kembang anak.

Persoalan yang muncul kemudian adalah anak kurang gizi, yang selanjutnya pada anak tumbuh kerdil atau stunting dan penurunan kecerdasan anak.

"Bonus demografi yang disebut-sebut Indonesia peroleh pada 2035, bisa menjadi bencana bila kualitas anak-anak saat ini tidak baik," tuturnya.

Karena itu, berbicara tentang perlindungan anak, Ledia mengatakan harus diawali dari pembentukan keluarga.

Penguatan ketahanan keluarga, kata Ledia, adalah untuk membuat keluarga tangguh dan siap memberikan pengasuhan terbaik kepada anak, bisa sejahtera dan mandiri.

"Jadi menikah tidak hanya perkawinan laki-laki dan perempuan, tetapi juga untuk menjadi orang tua. Namun, tingkat pendidikan di Indonesia yang rata-rata masih rendah, memerlukan perjuangan yang lebih," katanya.

Ledia menjadi salah satu narasumber dalam kajian visi dan misi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang diadakan KPAI. Sebagai wakil dari Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, hadir Ida Fauziyah.

Ketua KPAI Susanto mengatakan presiden adalah pemimpin negara yang akan menentukan kualitas peradaban dan generasi kita di masa depan.

"Kita bisa melihat kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden memiliki komitmen yang kuat dalam pemajuan perlindungan anak," katanya.

Pemilihan Presiden 2019 akan diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, yaitu pasangan 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dan pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno. 

Baca juga: TKN tegaskan Jokowi-Ma'ruf komitmen turunkan angka "stunting"
Baca juga: LIPI prediksi bonus demografi jadi isu utama di Debat Capres
Baca juga: Pemerhati: Tangani kemiskinan, adopsi kearifan lokal

 

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar