counter

PKK NTB sosialisasi pencegahan HIV/AIDS

PKK NTB sosialisasi pencegahan HIV/AIDS

Seorang peserta menata makanan dan minuman hasil olahannya saat mengikuti "Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Berimbang dan Aman" (B3A) di Kantor Walikota Mataram, NTB, Kamis (12/7). Lomba yang diselenggarakan tim penggerak PKK Kota Mataram bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan Kota Mataram tersebut diikuti oleh 40 peserta dari masing-masing Kelurahan di Mataram dan bertujuan guna mengembangkan, mengolah serta mengenalkan berbagai bahan baku panganan lokal untuk menu makanan sehari-hari. (FOTO ANTARA/Ahmad Subaidi)

Mataram (ANTARA) - Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat menyosialisasikan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS terhadap masyarakat di provinsi itu.

Ketua TP PKK NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah di Mataram, Rabu mengatakan bahwa banyak masyarakat yang masih awam terkait HIV/AIDS.

"HIV adalah virus yang hanya terdapat di dalam tubuh manusia dan menyebablan kekebalan tubuh. Sedangkan AIDS adalah, gejala infeksi oportunistik karena penurunan kekebalan tubuh akibat virus HIV," jelasnya.

Menurut Niken, sebagian besar penderita HIV-AIDS berada pada usia produktif, salah satu urutan penderita terbanyak adalah kaum ibu. Untuk itu, lanjutnya sosialisasi
pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS sangatlah penting, tentunya dengan berkolaborasi dengan KPAD NTB dan berbagai organisasi perempuan di NTB.

"PKK hadir untuk menyampaikan ilmu, yang diharapkan nantinya organisasi wanita yang hadir dapat menyebarluaskan ilmu atau pengetahuan kepada seluruh masyarakat dari tingkat kabupaten sampai ke tingkat desa, bahwa HIV-AIDS ini bukan tidak mungkin dialami siapa saja," ujarnya.

"Salah satu faktor lain adalah karena NTB menjadi salah satu pengirim tenaga kerja luar yang ketika pulang ke daerah membawa "oleh-oleh", sambungnya.

Niken berharap melalui sosialisasi tersebut PKK bisa melaksanakan amanah ilmu dan menyebarluaskan ke masyarakat sekitar.

Ketua Dharma Wanita Persatuan NTB Hj Ikhsanti Komala Rimbun, mengatakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS tak lain ingin memberikan pengetahuan tentang upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS bagi ibu-ibu organisasi wanita, majlis taklim yang ada di NTB agar dapat memahami secara menyeluruh.

"Ketika berada pada lingkungan orang yang terinfeksi HIV-AIDS, jangan menjaga jarak atau menjauh," ucapnya.

Ia berharap melalui dukungan dari KPA NTB, PKK dan organisasi wanita lainnya ingin membangun kerjasama untuk menyebar informasi pencegahan dan penangulangan HIV kepada masyarakat.

"Semua kalangan dalam hal ini memiliki peran aktif mencapai target eliminasi HIV-AIDS Indonesia bebas HIV pada 2030," katanya. 

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar