counter

Bandara Pangkal Pinang ditargetkan layani lima juta penumpang

Bandara Pangkal Pinang ditargetkan layani lima juta penumpang

Peresmian Terminal Depati Amir Pangkal Pinang serta Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya Gubernur Provinsi Bangka Beliung Erzaldi Oesman dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin. (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)

Pangkal Pinang (ANTARA) - Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ditargetkan bisa melayani lima juta penumpang dalam lima tahun ke depan, kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

“Saat ini bandara  sudah bisa melayani 1,5 juta penumpang, sudah akan dibangun menjadi tiga juta, Instruksi Presiden dalam lima tahun bisa lima juta penumpang, suatu ‘ultimate planning’ yang bagus pada 2024,” kata Budi usai peresmian Terminal Bandara Depti Amir oleh Presiden Joko Widodo di Pangkal Pinang, Kamis.

Budi melihat bandara tersebut memiliki pendukung aksesibilitas yang sangat bagus, mengingat  Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang sudah diresmikan.

Namun, Menhub menilai belum saatnya Bandara Depati Amir dijadikan sebagai bandara internasional karena melihat perkembangannya sebagai bandara lokal.

“Belum dalam waktu dekat ini untuk bandara internasional, kalau Pangkal Pinang kami intensifkan sebagai bandara lokal dengan meningkatkan kapasitas saja dari tiga juta dan dalam lima tahun jadi lima juta,” katanya.

Untuk akses menuju bandara, Budi melihat sudah mendukung karena lokasinya yang berada di tengah kota.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan bahwa potensi peningkatan penumpang di Bandara Depati Amir, yakni sembilan sampai 10 persen.

“Agregasi tiga tahun ini sembilan sampai 10 persen, jika tiga hingga empat tahun ini diagregasi pakai model regresi jadinya sembilan sampai sepuluh persen, kami masih berharap bergerak tumbuh sejalan dengan fasilitas bandara kemudian destinasi berkembang,” katanya.

Awaluddin menyebutkan sektor yang mendukung peningkatan penumpang, yaitu sektor pariwisata dengan hadirnya KEK Tanjung Kelayang dan KEK Sungailiat.

“Sektor wisata, memang punya banyak harapan di situ, kalau hari ini KEK di Bangka Belitung diresmikan Presiden berarti secara formal akan bergerak karena investor sudah masuk, aksesibilitas tanggung jawab kami, lalu lintas ke Bangka kan paling optimal udara karana di pulau akses udara jadi prioritas,” katanya.

Awaluddin menyebutkan penyelesaian kapasitas terminal hingga bisa menampung tiga juga penumpang ditargetkan Juli 2020 sebelum menjadi lima juta penumpang.

Sementara itu, pergerakan penumpang saat ini sebanyak 24 pergerakan atau 48 pergerakan untuk mendatar dan tinggal landas.  Pergerakan penumpang tercatat  6.000-8.000 penumpang per hari.

“Kalau kita lihat dengan kondisi ini, Bangka Belitung dengan sarana-prasarana yang terus dikembangkan bisa membuat maskapai nyaman, tahun depan landasan pacu kami tambah dari 2.260 meter jadi 2.600 meter, berbagai sarana prasarana lain, seperti instrumen landing system dengan Airnav akan dikalkulasikan,” katanya.

Presiden Joko Widodo meresmikan Terminal Bandara Depati Amir dan KEK Tanjung Kelayang pada Kamis (14/3). Presiden berharap kehadiran KEK serta bertambahnya kapasitas untuk akses angkutan udara, bisa menarik lebih banyak investor. ***1***

T.J010/

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rawan kecelakaan, menhub utus tim investigasi ke Cipularang

Komentar