counter

SEAMEO menginisiasi pembentukan Kelompok Kerja Promosi Gizi di ASEAN

SEAMEO menginisiasi pembentukan Kelompok Kerja Promosi Gizi di ASEAN

Direktur SEAMEO RECFON Muchtaruddin Mansyur berbicara dalam wawancara dengan Antara di sela-sela Lokakarya Pembentukan Kelompok Kerja Gizi Berbasis Sekolah di Wilayah Asia Tenggara, Jakarta, Kamis (14/03/2019). (ANTARA News/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Jakarta (ANTARA) - Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Center for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON) menginisiasi pembentukan Kelompok Kerja Promosi Gizi Berbasis Sekolah di Asia Tenggara (ASEAN).

"Tujuan utama kelompok kerja ini adalah untuk mengintegrasikan kegiatan-kegiatan promosi gizi ke dalam berbagai aktivitas sekolah," kata Direktur SEAMEO RECFON Muchtaruddin Mansyur dalam Lokakarya Pembentukan Kelompok Kerja Gizi Berbasis Sekolah di Wilayah Asia Tenggara, Jakarta, Kamis.

Upaya mengintegrasikan kegiatan promosi nutrisi ke dalam kegiatan sekolah dapat dilakukan melalui tiga kegiatan aktif, yakni menyusun praktik-praktik terbaik dan bukti dampak kegiatan promosi gizi di sekolah, menyusun bahan atau media promosi gizi yang telah digunakan dalam kegiatan promosi gizi di sekolah-sekolah, sertaa melakukan upaya advokasi untuk mengintegrasikan kegiatan promosi nutrisi ke dalam kegiatan sekolah.

"SEAMEO RECFON mengupayakan adanya bridging antar sektor untuk mempunyai program yang terintegrasi di ASEAN (Asia Tenggara)," ujarnya.

Unsur-unsur dari kelompok kerja itu adalah akademisi, pusat-pusat SEAMEO di negara-negara di wilayah Asia Tenggara, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan pemangku kepentingan lain.

Integrasi dan koordinasi lintas sektor untuk promosi gizi ke dalam kegiatan sekolah akan mendorong lintas sektor untuk saling menguatkan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi sumber daya untuk menghasilkan hasil yang lebih maksimal.

Inisiatif pembentukan kelompok kerja itu didasarkan pada pengetahuan bahwa berbagai intervensi dan program gizi berbasis sekolah untuk meningkatkan praktik gizi dan statsu gizi anak-anak sekolah yang telah dilakukan oleh berbagai pemerintah serta lembaga non-pemerintah dan akademik.

Namun, informasi tentang keberhasilan intervensi dan program tersebut belum didokumentasikan dan dipetakan dengan baik.

Dokumentasi baik terkait praktik-praktik terbaik sangat penting bagi advokasi untuk mengintegrasikan kegiatan promosi gizi ke dalam kegiatan-kegiatan sekolah.

Selain membentuk kelompok kerja, maka lokakarya yang berlangsung dua hari dari 14-15 Maret 2019 itu juga akan membahas peta jalan kegiatan kelompok kerja untuk tiga tahun ke depan, yakni periode 2029-2022.

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar