Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa Moda Raya Transportasi (MRT) yang terdapat di Jakarta tidak kalah dengan berbagai moda sejenis yang terdapat di berbagai negara lainnya di luar negeri.

"Ternyata kita bisa, selama ini hanya mengagumi negara lain. Saya rasa kalau kita sungguh-sungguh pasti bisa. Mudah-mudahan kita semua sepakat bahwa kesan kita terhadap MRT ini,tidak kalah dibandingkan dengan MRT negara lain, seperti Singapura atau mungkin di Jepang," kata Basuki Hadimuljono dalam rilis Kementerian PUPR yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menteri Basuki mengutarakan harapannya agar setelah beroperasi penuh, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya secara maksimal dan mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

Ia mengakui bahwa mungkin manfaatnya belum akan terasa optimal karena saat ini baru terbangun sekitar 16 kilomter yaitu dari Lebak Bulus ke Bundaran Hotel Indonesia dan sebaliknya.

"Nanti akan dilanjutkan fase 2 dari Bunderan HI sampai Kampung Bandan sepanjang 8 km sehingga total 24 km. Secara bertahap manfaatnya akan lebih terasa apabila rute Puri Kembangan sampai Bantar Gebang (Barat-Timur) sudah terealisasi," ucapnya.

Selain itu, ujar dia, kehadiran MRT juga diharapkan akan dapat mengubah sikap dan perilaku warga pada umumnya dalam menjaga kebersihan dan ketertiban.

Kementerian PUPR juga akan mengembangkan hunian dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di lahan milik Kementerian PUPR di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai keberadaan kereta MRT di DKI Jakarta akan mengubah peta properti komersial di Ibu Kota.

Usai menguji coba kereta MRT Jakarta dari Bundaran Hotel Indonesia ke Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Rabu (6/3), Sri Mulyani mengatakan nilai tawar hunian di sekitar rute MRT akan meningkat.

Sasaran tempat tinggal pun kini tidak hanya fokus di tengah kota, karena MRT menawarkan akses transportasi yang cepat dan nyaman dengan tarif cukup terjangkau hingga ke pinggiran kota.

"Orang tidak perlu beli apartemen di tengah kota atau tinggal di tengah kota. Dia bisa tinggal di Lebak Bulus yang dengan waktu tempuh 30 menit tanpa macet sampai ke kawasan Sudirman," kata dia.

Selain itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga meyakini kegiatan ekonomi dan nilai properti di sekitar stasiun MRT akan meningkat.

Potensi ini juga, kata Sri Mulyani, telah disadari sejumlah perusahaan yang berlokasi di sekitar stasiun MRT. Di fase I, kereta MRT akan melewati 13 stasiun.

"Perusahaan-perusahaan swasta sudah meminta supaya stasiun MRT itu diberi nama perusahaannya. Itu berarti menimbulkan penerimaan," katanya.


Baca juga: Masyarakat puji MRT Jakarta lebih baik dari negara tetangga
Baca juga: Tarif MRT Jakarta dinilai cukup sesuai

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Subagyo
Copyright © ANTARA 2019