counter

Rinov/Pitha unggul atas Ronald/Annisa di Swiss Terbuka

Rinov/Pitha unggul atas Ronald/Annisa di Swiss Terbuka

Pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari saat berlaga dalam turnamen Swiss Terbuka 2019 di Stadion St. Jakobshalle, Basel, Swiss. (Tim Humas PBSI)

Jakarta (ANTARA) - Pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari mengalahkan rekan satu timnya, yakni Ronald Alexander/Annisa Saufika di babak kedua turnamen Swiss Terbuka 2019 yang berlangsung pada Kamis (14/3).

Dalam turnamen bulutangkis level super 300 tersebut, pasangan Rinov/Pitha berhasil menang straight gim atas Ronald/Annisa dengan skor 21-14 dan 24-22. Dengan demikian, Rinov/Pitha berhak melaju ke babak perempat final.

“Dalam pertandingan tadi, kami sudah tahu kelemahan masing-masing. Jadi, kami sudah tahu bagaimana caranya menyerang kelemahan lawan,” kata Rinov melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Untuk selanjutnya, pria berusia 19 tahun itu mengaku akan lebih fokus pada saat menjalani laga perempat final nanti, mulai dari awal sampai akhir pertandingan.

“Kekuatan pemain sekarang sudah merata. Siapa yang langsung bisa membaca situasi di lapangan, maka dia yang akan menang,” ujar Rinov.

Sementara itu, senada dengan Rinov, Pitha juga mengaku akan lebih menjaga fokus selama permainan berlangsung. Dia pun berharap dapat keluar sebagai pemenang turnamen bulutangkis tersebut.

“Target saya harus bisa sampai ke final Swiss Terbuka 2019. Bahkan kalau bisa, saya berharap sekalian menjadi juara,” ungkap Pitha.

Di babak perempat final Swiss Terbuka 2019, Rinov/Pitha akan berhadapan dengan ganda campuran asal Inggris Marcus Ellis/Lauren Smith.

Pada babak sebelumnya, Marcus/Lauren berhasil menyingkirkan pasangan asal Perancis Gaetan Mittelheisser/Audrey Mittelheisser dalam dua gim dengan skor 21-13 dan 21-15.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mahasiswa Indonesia bakar semangat Timnas di Piala Sudirman

Komentar